KulKulBali.co

[#JBK2015] Wisata Sungai di Bawah Bunda Pertiwi

dalam Hot Spot > Jalan-jalan

👤1436 read komentar 🕔19 Apr 2015
[#JBK2015] Wisata Sungai di Bawah Bunda Pertiwi - kulkulbali.co

Tulisan karya I Kadek Budhyasa, finalis Bagus Klungkung 2015. Satu lagi potensi Klungkung terungkap melalui tulisan ini. Tak main-main, ia langsung terjun ke lokasi untuk mendokumentasikan keindahan Mata Air guyangan Desa Batu Kandik. Selamat membaca dan selamat penasaran!

tim kulkulbali.co

Klungkung merupakan salah satu kabupaten yang paling berbeda di Bali. Klungkung merupakan satu satunya kabupaten yang memiliki wilayah kepulauan yaitu Nusa Penida , dengan begitu klungkung memiliki potensi yang sangat besar terutama di sektor kepariwisataan.

“Ada Pepatah mengatakan tidak kenal maka tidak sayang”. Oleh karena itu melalui tulisan ini saya mengajak anda untuk mengenal lebih dekat pulau Nusa Penida.

Sebelumnya , Apakah anda sudah pernah berkunjung ke Nusa Penida? Tentu ada yang sudah pernah dan belum bukan? Bagi yang sudah pernah pasti menjadi pengalaman yang takkan terlupakan, namun yang belum? Akan muncul seribu pertanyaan tentang Nusa Penida, mengapa demikian?

“Nusa Penida”

Nusa penida yang terletak di kabupaten Klungkung adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Bali yang dipisahkan oleh selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat pulau-pulau kecil lainnya yaitu Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan.

Berbicara tentang objek wisata yang ada di Nusa Penida memang sudah familiar di antaranya wisata Pantai Atuh, Pantai Penida, Manta Point, Batu Meling, Batu bolong, Toyapakeh, Malibu Point dan masih banyak objek wisata yang lainnya. Namun, kali ini penulis akan mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat objek wisata yang menarik namun jarang di ketahui.

  

“Wisata Sungai di Bawah Bunda Pertiwi”

undefined

 Photo by : Budhyasa

 

 undefined

 Sumber Foto

Menurut KBBI sungai adalah aliran air yg besar (biasanya buatan alam), kali. Sungai pada umumnya mengalir dari hulu kehilir yang memiliki bentuk memanjang. Pernahkah terlintas di benak anda di Nusa Penida ada sungai? Ada yang mengatakan, dilihat dari kondisi geografisnya nusa penida merupakan daerah kering dengan tekstur tanah kapur, dengan demikian kecil kemungkinan ada sungai seperti sungai pada umumnya. Namun semua teori itu belum tentu benar! Mengapa demikian? Di Nusa penida sebenarnya memiliki sungai atau mata air, namun sungai ini memiliki keunikan tersendiri yaitu mengalir di bawah tanah. Kajian keberadaan sungai bawah tanah Nusa Penida diperkuat dengan teori yakni didalam perut bumi ada lapisan hidrosfer. Lapisan hidrosfer juga mencakup air bawah tanah yang keberadaannya didalam perut bumi. Untuk sungai bawah tanah Nusa Penida tergolong sungai bawah tanah yang sifatnya permanen karena terus menerus mengalirkan air dengan debit yang stabil.

Sungai bawah tanah terletak di Dusun Guyangan, Desa Batukandik Nusa Penida, untuk menuju tempat tersebut tidaklah mudah anda harus menyiapkan nyali dan keberanian untuk turun. Karena anda harus menyusuri tebing dengai melewati anak tangga sejauh 500 meter dengan kemiringan hampir 90˚. di beberapa jalan datar tidak ada pegangan tangan sebagai pengaman. Di sepanjang tangga turunan akan terlihat banyak kabel listrik dan pipa-pipa besar yang bisa dimanfaatkan sebagai pegangan ketika turun dan naik. Setelah sampai di lokasi rasa lelah dijamin akan terbayar lunas dengan pemandangan pantai samudra yang luar biasa, selain itu anda juga bias langsung mandi di tempat pemandian khusus tentunya dengan aliran air yang bersih dan sejuk.

 undefined

 Photo by : ketut satu

 

undefined

Photo by : Budhyasa

 

 undefined

Photo by : Budhyasa

 

Dengan adanya sungai dibawah bunda pertiwi ini apabila dikelola dengan baik maka akan menjadi objek pariwisata dengan menyuguhkan sungai bawah tanah yang pertama di Klungkung. Sekarang masyarakat hanya tinggal menunggu partisipasi dari pemerintah daerah. Ironisnya infrastruktur seperti tangga untuk menuju sungai bwah tanah ini kini kondisinya semakin memprihatinkan, tangga utama yang terbuat dari baja kini sudah tidak layak pakai alias karatan. Menyikapi rusaknya tangga tangga tersebut masyarakat sekitar mengganti tangga tangga yang sudah tidak layak pakai dengan kayu seadanya ,dan dikerjakan dengan gotong royong. Pemimpin daerah mesti melihat sungai bawah tanah sebagai potensi pariwisata. Demi mewujudkan Klungkung yang unggul dan sejahtra.

Sampai disini dulu ya ceritanya. Mari kita tunggu perkembangan objek wisata ini dan terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca.

 

Referensi:

  1. http://kamusbahasaindonesia.org/sungai/mirip KamusBahasaIndonesia.org
  2. Observasi secara langsung

 

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook