KulKulBali.co

Mengapa Orang Hindu Tidak Memakan Daging Sapi?

dalam Inspirasi & Renungan

👤100372 read komentar 🕔29 Oct 2015
Mengapa Orang Hindu Tidak Memakan Daging Sapi? - kulkulbali.co

Kamu agama Hindu ya? Berarti ga makan daging sapi dong? Kenapa agamamu melarang memakan daging Sapi?

Itulah salah satu kalimat yang sering ditanyakan orang non-Hindu pada orang Hindu, apalagi jika orang Hindu itu sedang merantau ke luar Bali. Apakah kamu pernah merasakannya? atau pernah menanyakannya?

Buat yang pernah ditanya, apakah bisa menjawab pertanyaan itu? Apakah jawabannya bisa memuaskan orang yang bertanya?

Buat yang pernah menanyakan hal itu, apakah sudah mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang hal itu?

Pertanyaan tentang mengapa orang Hindu tidak memakan daging sapi adalah pertanyaan yang wajar ditanyakan oleh orang-orang non-Hindu. Bagi saya pribadi itu bukanlah pertanyaan yang berlebihan, apalagi mau memojokkan orang Hindu. Setiap orang wajar saja memiliki rasa penasaran dengan apa yang tidak dia jalani atau ketahui. Berpikir positif saja, kita pun sering penasaran dengan apa yang tidak kita jalani atau ketahui kan?

Jadi, untuk orang-orang Hindu jangan sampai tersinggung untuk hal-hal atau pertanyaan-pertanyaan yang seperti ini ya.

Tugas kita adalah menjadi teman yang baik, menjelaskan ke mereka sehingga mereka bisa tahu dan semakin mengenal agama dan budaya teman-temannya. Ini sebagai awal yang baik untuk memunculkan sikap toleransi di antara kita semua. Tak kenal maka tak sayang, maka biarkanlah mereka mengenal lebih dalam dengan penjelasan yang kita berikan.

undefined

Sumber Gambar

Kembali ke topik, mengapa orang Hindu tidak memakan daging sapi?

Ada banyak versi yang menjadi dasar mengapa orang Hindu tidak memakan daging sapi, yang pasti konsep utamanya adalah karena orang-orang Hindu menganggap sapi sebagai hewan yang mulia. Ya, ini sedikit berbeda dengan konsep agama Islam yang tidak memakan daging babi karena dianggap haram, sedangkan orang Hindu tidak memakan daging sapi karena dianggap suci.

Apa yang membuat orang-orang Hindu memuliakan sapi?

Versi pertama, dalam kitab Niti Sastra bagian Hitopadesa Sloka 39, disebutkan dalam tradisi Hindu dikenal beberapa entitas yang dapat disebut sebagai ibu yang harus kita hormati, yaitu;

Adau-mata guroh patni

Brahmana raja-patnika

Dhenur dhatri tatha prthivi

Saptaita matarah smrtah

Yang memiliki arti kurang lebih seperti ini:

Ketujuh ini dikenal sebagai ibu yaitu: ibu kandung, istri guru (guru kerohanian), istri brahmana (varna-brahmana), istri raja, sapi, perawat dan ibu pertiwi (bumi).

undefined

Sumber Gambar

Sebelum saya lanjutkan, perlu saya jelaskan bahwa saya adalah orang Hindu yang tidak suka menelan mentah-mentah ajaran agama, apalagi yang sifatnya doktrin, tidak ada penjelasan logisnya. Saya selalu melihat, memahami, mencari tahu, dan membuktikan terlebih dahulu apakah ajaran agama ini masih relevan untuk digunakan saat ini atau tidak. Kalau hanya berupa perintah-perintah yang harus diikuti hanya karena itu tertulis di buku agama, mohon maaf, itu bukan jalan saya.

Kembali ke penjelasan versi pertama, berdasarkan penjelasan tersebut orang Hindu diminta untuk menghormati 7 macam ibu yang disebutkan, di mana salah satunya adalah sapi. Mungkin penjelasan ini didasarkan pada pemikiran bahwa sapi telah memberikan air susunya kepada kita, sehingga dianggap posisinya sama seperti ibu yang memberikan air susu ibu (ASI).

Penjelasan versi pertama ini belum bisa memuaskan saya secara pribadi. Kalau pribadi lain sudah terpuaskan dengan penjelasan ini, syukurlah. Tapi saya belum. Bagi saya, hal ini tidak adil bagi hewan lain yang juga memberikan air susunya kepada kita, seperti kambing, kuda, unta, kerbau, dan keledai. Malah sekarang ada susu beras, susu kedelai, susu gandum, dan susu kacang mete. Menurut saya pribadi, jika kita menyucikan atau memuliakan sapi karena alasan ia telah memberikan air susu kepada kita, maka seharusnya kita juga menyucikan atau memuliakan setiap makhluk dan setiap hal yang bisa memberikan air susu kepada kita.

undefined

Sumber Gambar

Sekali lagi saya tegaskan, ini pandangan pribadi saya, kalau pribadi lain sudah terpuaskan dengan penjelasan versi pertama, syukurlah. Silahkan melanjutkan keyakinannya, saya sangat menghargai dan menghormatinya.

Versi kedua yang saya pernah dengar adalah sapi disucikan atau dimuliakan karena sapi adalah hewan yang telah berjasa besar kepada kita. Selain karena memberikan air susu, Sapi juga kita manfaatkan untuk membajak sawah, kulit Sapi yang mati kita gunakan untuk pakaian, tempat berteduh, dan juga alat kesenian dan kebudayaan.

Penjelasan versi kedua juga belum memuaskan saya. Penjelasan ini juga tidak adil bagi hewan dan semua ciptaan Tuhan yang lainnya. Saya memiliki prinsip bahwa setiap makhluk memiliki peranannya masing-masing, semua bermanfaat, semua berjasa, bukan hanya sapi yang berjasa dan bermanfaat. Cacing bermanfaat menggemburkan tanah, ular yang menakutkan itu juga bermanfaat untuk menghilangkan hama tikus, anjing membantu kita menjaga rumah dan berburu, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Jika pribadi yang lain sudah puas dengan penjelasan versi kedua, syukurlah, silahkan melanjutkan keyakinan tersebut, saya sangat menghargai dan menghormatinya.

undefined

Sumber Gambar

Versi ketiga, beberapa orang Hindu percaya bahwa sapi disucikan atau dimuliakan karena sapi memakan hal yang tidak dimakan manusia, misalnya rumput. Mungkin maksud konsep ini secara sederhana adalah jangan mengganggu makhluk yang tidak mengganggumu. Dalam hal ini mungkin sapi dianggap tidak mengganggu makanan kita, dia memilih makanan yang bukan makanan kita.

Untuk penjelasan versi ketiga, kembali saya belum terpuaskan dengan penjelasan itu. Bagi saya pribadi, hal ini tidak adil untuk makhluk lain yang juga tidak pernah mengganggu keberadaan hal-hal yang bisa saya makan. Selain itu, saya juga tidak akan memakan daging kucing dengan alasan kucing tersebut tertangkap tangan memakan ikan di atas meja makan rumah saya, yang merupakan makanan saya. Namun, bagi yang sudah puas dengan penjelasan versi ketiga ini, syukurlah, silahkan dilanjutkan, saya sangat menghormati dan menghargai.

undefined

Sumber Gambar

Versi keempat, alasan mereka memilih untuk tidak memakan daging sapi adalah karena setiap kali mereka memakan daging sapi mereka selalu mengalami sakit setelahnya. Hal inilah yang membuat mereka percaya itu terjadi karena mereka telah melanggar ajaran agama Hindu yang mereka anut.

Untuk penjelasan versi keempat, secara pribadi saya belum mengalami, jadi penjelasan ini belum bisa membuat saya terpuaskan dan tercerahkan untuk mulai tidak mengonsumsi daging sapi. Untuk yang sudah tercerahkan karena hal versi keempat ini, syukurlah, silahkan dilanjutkan, saya sangat menghormati dan menghargai apa yang anda yakini dan jalani.

Versi kelima, mereka memilih untuk tidak memakan daging sapi sebagai bentuk janji mereka (masesangi dalam bahasa Bali) terhadap sesuatu hal, seperti mereka berjanji akan berhenti memakan daging sapi jika lulus ujian, atau mereka berjanji akan berhenti memakan daging sapi jika sakit yang mereka alami atau sakit yang keluarga mereka alami bisa sembuh, atau mereka berjanji tidak akan mengonsumsi daging sapi jika berhasil selamat dari sebuah kecelakaan atau bencana, atau mereka berjanji tidak akan memakan daging sapi ketika mereka sudah diangkat menjadi pemuka agama Hindu seperti pemangku, pedanda, atau pendeta.

Penjelasan versi kelima sifatnya sangat pribadi, saya sendiri belum mengalami atau berjanji untuk tidak memakan daging sapi karena sesuatu hal serupa di atas. Jadi penjelasan versi kelima belum bisa memuaskan dan mencerahkan saya untuk tidak mengonsumsi daging sapi. Untuk yang tidak mengonsumsi daging sapi karena hal-hal terkait penjelasan kelima, syukurlah kalian sudah menemukan pencerahan melalui jalan ini, silahkan melanjutkan, saya sangat menghargai dan menghormatinya.

undefined

Sumber Gambar

Versi keenam, mereka memilih tidak memakan daging sapi karena sesuai dengan ajaran agama Hindu yang sering disebut Ahimsa, yang artinya tidak membunuh atau menyakiti. Tentu ruang lingkup Ahimsa ini adalah tidak membunuh dan menyakiti semua makhluk ciptaan Tuhan, termasuk kepada Sapi dan semua hewan lainnya. Kebanyakan dari mereka yang menjalani hal ini berarti juga menjalani praktek yang lebih dari sekedar tidak makan Sapi, yaitu Vegetarian.

Versi keenam ini adalah penjelasan yang belum siap untuk saya laksanakan saat ini secara pribadi. Konsep Vegetarian adalah konsep yang bagi saya sangat amat bagus. Saya adalah orang yang tidak tega melihat binatang dibunuh, apalagi itu dilakukan di depan mata saya. Konsep vegetarian akan membuat, mengurangi, atau setidaknya tidak ikut mendukung atau menikmati hasil dari pembunuhan terhadap makhluk hidup lain. Untuk diketahui, saya memutuskan masih memakan daging sampai saat ini alasannya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi di usia muda. Mungkin konsep vegetarian akan saya jalankan ketika usia saya sudah lebih tua, sekaligus sebagai bentuk menjaga pola makan untuk kesehatan yang memang diperlukan ketika masa tua nanti.

Selain itu, kalau penjelasan terkait tidak memakan daging sapi adalah dengan dasar ajaran Ahimsa, tentu tidak akan menjadikan Sapi sebagai satu-satunya hewan dalam agama Hindu yang dimuliakan atau disucikan, karena yang meyakini jalan ini tidak akan memakan semua hewan. Jadi saya belum puas dengan penjelasan versi keenam, dan untuk yang sudah terpuaskan dengan penjelasan keenam, syukurlah, silahkan melanjutkan keyakinannya, saya sangat menghargai dan menghormatinya.

undefined

Sumber Gambar

Versi ketujuh, menjelaskan bahwa agama Hindu dilarang memakan daging sapi karena sapi adalah kendaraan Dewa Siwa. Perlu diketahui, dalam ajaran agama Hindu terdapat banyak sekali Dewa-Dewa bahkan juga Dewi-Dewi, yang di mana mereka adalah percikan sinar suci Tuhan. (Penjelasan lebih lanjut mengapa ada banyak Dewa-Dewa dan Dewi-Dewi dalam agama Hindu akan dibahas dalam artikel berbeda). Setiap Dewa-Dewi tersebut digambarkan memiliki kendaraan-kendaraan masing-masing, di mana sebagian besar kendaraannya adalah hewan. Misal, Dewa Wisnu kendaraannya burung Garuda, Dewa Ganesha kendaraannya tikus, kendaraan Dewi Durga berupa harimau, dan masih banyak lagi.

Penjelasan versi ketujuh juga belum bisa memuaskan saya karena pada kenyataannya sapi bukan satu-satunya makhluk yang menjadi kendaraan bagi Dewa dalam ajaran agama Hindu. Jika memang alasannya karena ia adalah kendaraan Dewa, maka semua makhluk yang bertugas sebagai kendaraan para Dewa-Dewi harus dimuliakan atau disucikan. Sekali lagi, ini adalah cara pandang saya pribadi. Jika pribadi lain sudah terpuaskan dengan penjelasan versi ketujuh, syukurlah, silahkan menjalani keyakinan tersebut, saya sangat menghargai dan menghormati.

undefined

Sumber Gambar

Versi kedelapan yang pernah saya baca di internet, meskipun tidak jelas sumber aslinya dari mana, tapi saya cantumkan saja agar semua opini terkait orang Hindu tidak memakan daging sapi bisa diakomodir. Penjelasannya kurang lebih seperti ini, bahwa orang yang membunuh sapi, atau makan daging sapi, akan menderita di neraka selama ratusan tahun untuk membayar satu dari bulu sapi yang mereka makan. Jikalau seseorang makan daging sapi yang memiliki seratus ribu bulu, maka orang tersebut mesti menderita di neraka selama 100.000 dikali 100tahun.

Penjelasan versi kedelapan belum bisa memuaskan saya. Telah saya jelaskan sejak awal, saya bukan orang yang suka didoktrin untuk hal-hal berbau agama hanya karena itu ditulis di buku agama.  Apalagi penjelasan versi kedelapan juga belum tentu ada di buku agama Hindu, saya secara pribadi belum pernah melihat secara langsung. Cara-cara menakut-nakuti semacam ini tidak membuat saya malah respek dan mau mengikuti jalan tersebut. Namun jika pribadi yang lain bisa tercerahkan karena penjelasan versi kedelapan, saya sangat menghargai dan menghormatinya.

undefined

Sampai sejauh ini, saya baru mengetahui delapan versi mengapa orang Hindu memilih untuk tidak memakan daging sapi. Mungkin masih banyak versi yang belum saya ketahui, Namun dari kedelapan versi yang sudah saya ketahui, belum ada yang bisa memuaskan saya secara pribadi, mengapa saya sebagai orang Hindu tidak boleh memakan daging sapi.

Lalu, selama ini bagaimana cara saya menjawab pertanyaan teman non-Hindu ketika mereka menanyakan hal ini kepada saya?

"Lho bukannya kamu agama Hindu ya? Kok makan daging sapi?"

Penjelasan yang saya berikan begini:

Dalam ajaran agama Hindu, konsep tidak memakan daging sapi itu hampir sama dengan konsep menggunakan jilbab dalam agama Islam. Lakukanlah ketika kamu sudah siap, sudah yakin, dan tahu mengapa melakukannya adalah hal yang baik untuk dirimu atau dengan kata lain sudah mendapatkan hidayah. Saya sebagai orang Hindu belum mendapatkan hal itu, sehingga saya masih memakan daging sapi.

Sebagai penutup, harus saya sampaikan bahwa tulisan ini merupakan salah satu bentuk pencarian saya secara pribadi tentang penjelasan mengapa orang Hindu tidak boleh  memakan daging Sapi. Harapannya, artikel ini bisa memicu diskusi dan sharing yang konstruktif dan positif di kolom komentar, sehingga penulis dan seluruh pembaca artikel ini bisa tercerahkan.

Tulisan ini didedikasikan tidak hanya untuk orang Hindu yang belum tercerahkan, namun juga bagi non-Hindu yang selama ini penasaran terhadap konsep mengapa orang Hindu yang tidak memakan daging sapi.

 

Baca juga: Benarkah Hindu Bali Berhala?

 

Editor : Gusti Ngurah Indrakusuma

Tentang Penulis

Maha Dwija Santya

Butuh pawang hujan sekitar Denpasar? Silahkan kontak: @maha_dwija

Lihat Semua Artikel 🌎Lihat Profil Facebook

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook