KulKulBali.co

Siapkah Dirimu Jadi Pribadi yang Baru ?

dalam Humanoria

👤1168 read komentar 🕔27 Dec 2015
Siapkah Dirimu Jadi Pribadi yang Baru ? - kulkulbali.co

Oleh : Noni Shintyadita (Relawan KISARA PKBI Bali)

Tahun baru sudah dekat, apa aja sih yang biasanya kamu lakukan menjelang tahun baru? Menyiapkan diri buat datang ke pesta tahun baru sama teman-teman? Dan bagaimana rencanamu di tahun baru nanti? Adakah hal yang ingin kamu capai atau ubah? Mungkin penampilan fisikmu, seperti target untuk memiliki berat badan ideal, up date dengan trend fashion terkini atau gadget terkini.

Nah, atau pengen merubah kebiasaan-kebiasaan buruk atau perilakumu yang kurang baik? Tentunya untuk menjadi seseorang yang lebih baik tidak hanya dilihat dari fisik yang baik saja namun karakter dan kepribadian yang baik pula. Nah, dalam rangka menyambut tahun baru nih, di sini KISARA akan bantu kamu untuk mengetahui cara menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

ETIKA KEPRIBADIAN VS ETIKA KARAKTER

Etika karakter, adalah sangat penting untuk memfokuskan pada menyatukan prinsip-prinsip kehidupan yang efektif kepada salah satu karakter. Etika karakter melihat perkembangan tersendiri sebagai proses jangka panjang yang mendasari pencapaian hasil sesuai hukum memanen tanaman.

Etika kepribadian, suatu keahlian dan teknik bisa dipelajari dan menjadi citra publik, suatu kepribadian dan sikap bisa berkembang menghasilkan kesuksesan. Masalahnya, terkadang kita mungkin tidak berpendirian dan kurang konsisten. Nah konsistensi itu bisa kita bentuk dari kebiasaan-kebiasaan kita selama ini.

 SEMUANYA TERBENTUK DARI KEBIASAAN

Suatu kebiasaan bisa didefinisikan sebagai persilangan antara pengetahuan,, kemampuan, dan keinginan. Kebiasaan adalah aktivitas yang dikerjakan tanpa perlu berpikir dulu dan 7 kebiasaan yang paling efektif menurut Covey :

 1)   Be proactive, jadilah proaktif yang menjadi kendali seseorang terhadap lingkungan dibanding situasi sekelilingmu yang mengendalikanmu. Kita menemukan bahwa antara stimulus (rangsangan) dan respon (tanggapan), manusia memiliki kebebasan untuk memilih. Kita tidak memiliki fungsi “pilot otomatis”. Proaktivitas, sebagai sifat manusia, kita memberi tanggapan terhadap kehidupan milik kita. Perilaku kita adalah suatu fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita. Kita bisa meletakkan perasaan kita kepada nilai-nilai. Kita memiliki inisiatif dan daya tanggap untuk membuat sesuatu terjadi. Pengalaman-pengalaman tersulit kita menjadi ujian dalam menempa karakter kita dan mengembangkan kekuatan jiwa (inner power).

 2)   Begin with the end in mind, mulai dengan akhir dipikiran atau disebut kepemimpinan pribadi. Dengan ini kamu dapat konsentrasi dan mempertimbangkan segala konsekwensinya sebelum bertindak, sehingga dapat produktif dan berhasil. Viktor Frankel mengembangkan suatu filosofi yang disebut “Logotherapy”. Logotherapy membantu seseorang merasakan arti dan misi unik dalam hidup dengan memeriksa kembali visi dan nilai pribadinyauntuk meyakinkan bahwa mereka berdasarkan prinsip dan kenyataan. Kita mesti memeriksa kembali pusat hidup kita. Pusat kita adalah sumber keamanan, arahan, kebijakan dan kekuatan kita. Membuat seseorang atau sesuatu diluar kepentingan diri kita menempatan diri kita pada nasib ayunan suasana hati, perilaku inkosistensi dan perubahan tidak terkendali dari kemujuran. Menjadikan diri kita sebagai pusat adalah sangat terbatasi. bagaikan orang-orang yang mengembangkan kesehatan mental yang tidak baik di dalam keterasingan. Dengan memusatkan hidup kita pada prinsip yang benar, kita menciptakan pondasi yang stabil dan solid untuk pengembangan faktor daya dukung hidup dan jangkauan dan lingkup area yang benar-benar penting dari kehidupan kita.

 3)     Put first things first, dahulukan Yang Utama atau manajemen pribadi untuk mengimplementasikan dan mengelola kebiasaan no.2 yang bersifat mental, dan kebiasaan no.3 bersifat fisik. Manajemen waktu adalah keahlian penting untuk manajemen pribadi. Inti sari manajemen waktu adalah mengelola dan melaksanakan prioritas. Metode manajemen waktu telah dikembangkan dalam berbagai tahapan yaitu :

  1. catatan dan checklist - mengenali berbagai kebutuhan pada waktu kita;
  2. kalendar dan buku agenda - menjadwalkan acara dan aktivitas
  3. memprioritaskan, memperjelas nilai-nilai - menyatukan perencanaan harian dengan sasaran (detail dari pendekatan ini adalah memperluas efisiensi yang bisa mengurangi spontanitas dan hubungan dalam hidup

 4)   Think win-win, berpikir menang-menang atau kepemimpinan antar pribadi. Karena sasaran bergantung kepada hubungan dan kerjasama dengan lainnya, maka semua perlu bagian yang adil dan menguntungkan, Kemenangan dalam pengembangan pribadi mendahului kemenangan publik. Proses Menang/Menang memiliki empat tahap. :

Kamu hanya bisa meraih solusi Menang/Menang dengan prosedur Menang/Menang. Menang/Menang bukan teknik kepribadian. Itu adalah paradigma total dari interaksi manusia.

5)   Seek first to understand and then to be understood,

Berusaha mengerti dulu, baru minta dimengerti. Komunikasi adalah bagian penting, dan seperti analogi “diagnosis dulu sebelum memberikan resep”. Jika orang tidak percaya kepadamu, dan mereka (tidak) percaya kamu mengerti mereka, mereka akan begitu marah, defensif, bersalah atau takut untuk dipengaruhi. Keahlian mendengar dengan empati harus dibangun pada suatu karakter yang meng-inspirasikan keterbukaan dan kepercayaan dan catatan bank emosi yang tinggi. Perlunya mendengar dengan empati, Mendengar dengan empati adalah mendengar dengan seksama untuk mengetahui kerangka referensi dan perasaan orang lain. Kamu mesti mendengar dengan telinga, mata dan hatimu. Kamu tidak akan pernah mampu benar-benar melangkah masuk kedalam orang lain dan melihat dunia sebagaimana ia melihatnya sampai kamu mengembangkan keinginan murni dan kekuatan dari karakter pribadi sebaik yang dikerjakan keahlian mendengar dengan empati.

 6)   Synergize, wujudkan sinergi/ kerjasama yang kreatif. Kekuatan kerjasama lebih besar dari upaya per bagiannya, jadi galilah potensi dan kebaikan konstribusi orang lain. Intisari dari sinergi adalah perbedaan nilai-nilai - dengan menghormatinya, membangun kekuatan, dan mengkompensasikan kelemahan. Jalan untuk menacapai sinergi melalui proses kreatif, yang bisa menakutkan, karena kamu tidak pernah tahu kemana proses kreatif akan membawamu. Intisari sinergi adalah menghargai perbedaan mental, emosional dan pskologis diantara orang-orang. Kunci untuk menghargai perbedaan itu adalah menyadarkan bahwa semua orang memandang dunia, tidak sebagaimana adanya. namun sebagaimana mereka (perbedaan dalam memandang)

 7)   Sharpen the saw, asahlah “Gergaji” keseimbangan pembaharuan diri, sehingga kebiasaan baik lainnya bisa tumbuh dan berkembang. Dengan memperbaharui empat dimensi dari sifat alamimu - fisik, spiritual, mental dan sosial/emosional, kamu bisa bekerja lebih cepat dan tanpa kesulitan. Dimensi fisik menyangkut merawat tubuh - makan makanan sehat, cukup istirahat dan santai, dan berolah raga secara teratur. Jika kita tidak punya program olah raga teratur, pada akhirnya kita akan membiarkan masalah kesehatan muncul. Dimensi spiritual adalah pusatmu, komitmen untuk sistem nilaimu. Ia tergambar di atas sumber yang menginspirasi dan mengangkatmu serta mengikatmu pada kebenaran manusia yang abadi. Adalah penting untuk menjaga ketajaman pikiranmu dengan membaca, menulis, mengelola dan merencanakan. Kumandangkan dan perlihatkan dirimu terhadap pemikiran-pemikiran yang besar. Kehidupan emosional kita adalah pertama yang dikembangkan dan dimuat dalam hubungan dengan yang lain. Pembaharuan dimensi sosial/emosional memerlukan perhatian dan latihan dalam interaksi kita dengan orang lain.

 “Orang yang tidak bisa merubah struktur pemikirannya tidak akan pernah mampu merubah kenyataan, tidak akan pernah, bagaimanapun, membuat berbagai kemajuan.”

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra
Topik : #resolusi, #2016, #remaja

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook