KulKulBali.co

[#JBB2016] Apa Yang Salah Dengan Generasi Muda Sekarang Ini?

dalam Realita Jelita

👤699 read komentar 🕔28 Jun 2016
[#JBB2016] Apa Yang Salah Dengan Generasi Muda Sekarang Ini? - kulkulbali.co

Apa Yang Salah Dengan Generasi Muda Sekarang Ini?

 

undefined

sumber: www.google.com

Pada zaman globalisasi sekarang ini banyak sekali perkembangan dalam bidang teknologi yang berpengaruh terhadap mental manusia. Perkembangan tersebut tidak hanya berdampak positif namun juga dapat memberikan dampak negatif khususnya bagi manusia sebagai pengguna kemajuan teknologi tersebut. Dampak positif dari berkembangnya zaman tersebut antara lain meningkatkan pengetahuan masyarakat, memberi peluang lebih besar dalam bersosialisai dan lain sebagainya. Hal tersebut tentu apabila benar-benar terealisasikan maka suatu bangsa akan mengalami peningkatan kualitas. Namun mirisnya terdapat dampak negatif yang tak kalah asing terdengar di telinga kita akibat perkembangan zaman. Salah satu dampak negatif yang paling berpengaruh besar dalam pembangunan sebuah bangsa adalah moral anak muda yang semakin terkikis seiring dengan perkembangan zaman.

Terkikisnya moral anak muda tentu akan memberikan dampak negatif bagi suatu bangsa tersebut baik masa sekarang maupun masa depan. Seperti yang kita ketahui generasi muda bangsa merupakan penerus bangsa di masa depan. Mengutip perkataan the founding father, presiden pertama kita, Ir.Soekarno “ Beri Aku Sepuluh Pemuda Maka Akan Kuguncangkan Dunia”. Hal tersebut bermakna dengan keberadaan generasi muda yang berkualitas maka tidak ada kata tidak mungkin untuk memajukan suatu bangsa. Realitanya seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman banyak sekali tindakan-tindakan menyimpang yang dilakukan oleh generasi muda kita dan seakan-akan melupakan identitas kita sebagai masyarakat Indonesia dengan etika ketimurannya yang telah ramah terdengar di telinga seluruh masyarakat dunia. Menurut data Komisi Perlindungan Anak (KPI) mencatat kasus kriminalitas yang dilakukan anak meningkat setiap tahunnya. Tecatat dari tahun 2013 terdapat 730 kasus, tahun 2014 terdapat 1851 kasus, berdasarkan data ABH dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Departemen Hukum dan HAM jumlah napi anak sebanyak 2.665 anak di seluruh Indonesia dan selalu bertambah setiap tahunnya. Salah satu bukti sederhana adalah hampir setiap hari di media elektronik maupun cetak selalu ada berita negatif hingga kriminal yang dilakukan oleh generasi muda kita. Tindakan-tindakan tersebut antara lain pergaulan malam, meningkatnya jumlah perokok di kalangan anak muda, mencuri, penipuan, penganiayaan, pemerkosaan hingga pembunuhan. Bahkan dari beberapa kasus memberikan dampak psikologi menyimpang kepada korbannya. Hal tersebut tentu yang menjadi sulutan api bagi bangsa ini, harus diketahui apa penyebabnya dan harus segera ditangani.

  undefined

      sumber: www.google.com              

Berdasarkan analisis dan hasil pengamatan saya dilapangan ada beberapa “core” atau hal-hal dasar yang hampir hilang dan perlu dibenahi adalah Pendidikan. Pendidikan merupakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Dengan pendidikan yang baik maka kualitas individu tentu akan meningkat. Pendidikan dalam hal ini bukan hanya pendidikan yang kita dapatkan secara formal di sekolah namun juga pendidikan yang didapatkan di keluarga maupun lingkungan sosial sehari-hari. Secara spesifik ada 3 ilmu yang patut menjadi core dalam pengembangan atau pembentukan karakter individu yaitu ilmu Agama, ilmu Budi Pekerti dan ilmu Kewerganegaraan. Ketiga ilmu tersebut terdengar biasa dan tidak sesulit ilmu matematika, fisika, bahasa inggris dan ilmu eksak lainya. Namun ketiga ilmu tersebut merupakan core dimana dengan dasar ilmu tersebut maka lahirlah individu yang baik dan tangguh karena seberapa pintar suatu individu tanpa adanya ketiga dasar ilmu tersebut adalah kosong. Seperti pepatah sering mengatakan orang pintar akan kalah dengan orang giat.

Secara spesifik fungsi dari ketiga ilmu tersebut yaitu satu Ilmu Agama, agama berkaitan dengan Tuhan sebagai individu yang baik maka wajib mendalami agamanya dengan cara mematuhi segala ajaranya dan menjauhi segala larangannya. Dengan berpegang teguh pada agama maka lahirnya individu yang beragama, ikhlas, giat, dan santun. Kedua Ilmu Budi Pekerti, merupakan ilmu yang mengajarkan individu dalam mengasah kepekaan mereka dalam memahai diri sendiri maupun orang lain. Dengan belajar budi pekerti kita dapat belajar untuk menghargai orang lain sehingga lahirlah individu yang santun dan berbudi luhur. Ketiga Ilmu Kewarganegaraan, kita hidup dalam suatu negara yang memiliki kebijakan dan peraturan. Hal tersebut menjadi acuan umum masyarakat dalam bertidak sehari-hari. Dengan mempelajari kewarganegaraan maka generasi muda dapat mengetahui dan memahami Pancasila, UUD, peraturan-paturan apa saja yang ada dan sanksi-sanksi apa saja yang akan didapatkan apabila melanggar. Hal tersebut dapat menjadi benteng yang akan membatasi ruang gerak suatu individu untuk melakukan tindakan-tindakan kriminal. Maka akan lahirlah individu yang tertib, taat , loyal dan hormat kepada Negaranya.

Pada kenyataanya dalam dunia pendidikan, ilmu-ilmu tersebut hampir hilang dalam krikulim pendidikan, jam pelajaran tersebut dipersingkat, kulitas tenaga pengajar yang kurang memadai. Untuk mengantisipasi dan menangani hal tersebut makan perlu adanya kerjasama dari berbagi pihak seperti pemerintah khususnya Dinas Pendidikan, pihak swasta dan masyarakat khususnya orang tua. Dengan memperbaiki sistem pembelajaran dan peningkatan kualitas guru yang diwenangi oleh pihak pemerintah, bersama-sama mengadakan fasilitas-fasilitas positif diluar sekolah/rumah sesuai dengan budaya ketimuran kita dari pihak-pihak swasta dan peranan orang tua yang memiliki ikatan batin kepada buah hatinya. Setidaknya selipkan waktu saat makan bersama untuk berkomuniksi dengan anak sembari memberikan pengetahun dasar. Solusi inti dari permasalahn ini adalah “pendidikan” karena anak nantinya akan menjadi orang tua yang dapat menularkan moral yang baik keanaknya kelak seperti efek domino, memperbaiki pusatnya maka akan memberikan efek berkelanjutan yang positif bagi perkembangan atau peningkatan kualitas moral anak bangsa.

 

Refrence:

http://www.gresnews.com/berita/sosial/21041-kasus-kriminalitas-anak-meningkat-pada-2014/0/

http://kalteng.prokal.co/read/news/19046-jumlah-anak-penghuni-lapas-meningkat

https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan

 

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook