KulKulBali.co

Pemuda Seharusnya Berkarya Bukan Bergaya

dalam Inspirasi & Renungan

👤242 read komentar 🕔06 Jul 2017

PEMUDA SEHARUSNYA BERKARYA BUKAN BERGAYA

berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

(Bung Karno)

 

 

Pulau bali memiliki beragam adat istiadat ,budaya,tradisi ,serta wisata yang dapat menarik perhatian banyak wisatawan,bahkan bali mendapat julukan surga dunia.banyak sekali budaya bali yang di wariskan kepada generasi muda,namun di balik itu pulau bali saat ini memiliki masalah yang sangat banyak terutama pada generasi mudanya.

 Di era globalisasi ini banyak sekali pemuda bali yang meninggalkan jati dirinya sebagai orang bali yang terkenal ramah dan berprilaku baik,banyak pemuda bali yang berprilaku melenceng dangan budaya dan adat istiadatnya. Dahkan generasi muda bali malu untuk memplajari kebudayaannya sendiri, justru lebih mempelajari dan mengetahui kebudayaan asing yang dianggap modern dan keren seperti pola hidup yang hedonisme, dan meminum minuman keras bahkan yang lebih parah lagi banyak generasi muda bali yang terjerumus HIV/AIDS dan NARKOBA.

 Mereka tidak mengenal tempat dan waktu contohnya adalah tilem kesanga atau pengerupukan yaitu sehari sebelum hari raya suci nyepi yang semestinya hari itu adalah hari suci yang baik untuk  intropeksi diri justru digunakan untuk ajang minum-minuman keras dan ajang perjudian. Banyak kejadian yang tidak di inginkan terjadi,maka jangan salahkan jika orang lain mencela atau menjelekkan budaya, tradisi, serta adat istiadat bali karena generasi muda Balilah yag kurang perduli dan memaknai budaya,tradisi,maupun adat isitiadatnya. Lalu bagaimanakah pulau bali kedepannya jika generasi muda bali seperti ini?

            Semestinya di era globalisasi serta kemajuan teknologi,pemuda bali bisa berpikir kreatif dan inovatif dan dapat berkarya tanpa meninggalkan nilai – nilai kebudayaa bali, sebagai generasi bali harus sadar dan jeli terhadap kemajuan teknologi, serta jangan malu untuk mempelajari budaya,adat istiadat bali karna itulah yang menarik wisatawan asing bukan gaya hidup yang westernisasi maupun hedonisme. Pergunakanlah teknologi di era globalisasi  ini dangan baik, jika mempergunakan kemajuan ini maka niscaya pulau bali serta wisatanya akan maju. Maka dari itu kita sebagai generasi muda harus kreatif dan inovatif utuk memajukan pulau bali, contohnya :

  1. KERAJINAN KORAN BEKAS

Jika kita berpikir kreatif maka akan menghasilkan suatu karya,seperti made suarnayasa dari desa baluk,jembrana ini menghasil karya memiliki nilai jual tinggi.koran bekas yang biasanya kita buang atau kita jual kiloan kini disulap oleh made suarnayasa dengan ide kreatifnya menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi

 Berikut videonya : https://www.youtube.com/watch?v=NkEX3PTGm_w

  1. ALUNAN SULING KOLABORASI YANG MENDUNIA

   undefined     undefined

 

 Nama lengkapnya Agus Teja Sentosa, S.Sn. Musisi Bali ini memiliki kegilaan terhadap alat musik tiup tradisional atau kita menyebutnya seruling. Namanya melambung lewat tembang "Morning Happiness" berirama khas Bali. Bukan hanya seruling bambu khas Indonesia saja yang dimainkan, Gus Teja juga kerap menggunakan alat musik tiup dari berbagai negara dalam lagu-lagunya. Uniknya, sebagian besar alat musik yang ia pakai adalah hasil kreasi dan ciptaannya sendiri.musik kolaborasi yang ia ciptakan bersama rekannya telah menari wisatawan asing bahkan gus teja berualang kali pernah di undang untuk pentas di luar negeri.

 

  1. KOMPOSER BELUM MEMILIKI GELAR SARJANA

Duta kabupaten jembrana pada pkb yang ke 39 berhasil merebut juara 1 beleganjur tingkat remaja yang di wakili oleh SMA N 1 NEGARA,keberhasilan ini tentu karena kelihaian composer tabuh serta didukung oleh para penabuhnya.

undefined

unikknya composer tabuh yang berhasil mendapatkan juara 1 ini belum mendapatkan gelar sarjana,ia sering di panggil yogi lonjang.seperti yang kita ketahui bahwa di setiap karya berkesenian setidaknya composer yang berkarya memiliki gelar sarjana namun berbeda dengan yogi yang menjadi composer dari kelas 3 SMA sampai saat ini masih dalam proses kuliah di ISI denpasar sudah bisa berkarya dan bersaing dengan composer lainnya yang memiliki gelar sarjana.

 

Nah, itu hanya sebagian kecil dari sekian banyaknya kreatifitas yang bisa dilakukan untuk mengisi segala waktu dan menjaga mental generasi muda supaya tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negative. Masih banyak lagi karya yang bisa dibuat masih banyak pula ide serta kreatifitas yang bisa dituangkan.

 Utamanya bagi generasi muda, jangan hanya bangga karena bergaya tapi banggalah apabila sudah berkaryanya. Oleh sebab itu marilah kita mulai berkarya dan berinovasi untuk kemajuan kita bersama, tetap jaga budaya, kekayaan alam, dan juga persatuan kita, utamanya bagi generasi muda sekalian…

 

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook