KulKulBali.co

Terapkan pariwisata berbasis Tri Hita Karana, sebuah Desa Pekraman raup puluhan Milyar rupiah.

dalam Kabar > Gianyar

👤130 read komentar 🕔09 Jul 2017

Kemajuan pariwisata Bali telah memberikan dampak yang begitu besar kepada masyarakat Bali baik secara langsung maupun tidak langsung. Kedatangan wisatawan ke Bali yang terus meningkat merupakan kunci pokok perbaikan perekonomian masyarakat Bali. Namun, apakah yang membuat wisatawan berbondong-bondong datang ke Bali? Mungkin sebagian orang berfikir karena keindahan alam Bali semata. Padahal faktor utama yang autentik adalah keberadaan seni dan budaya masyarakat Bali yang begitu menarik untuk dijelajahi. Di era globalisasi seperti sekarang pun, seni dan budaya Bali masih tetap terjaga dan lestari. Bandingkanlah dengan daerah-daerah lain di Indonesia bahkan di luar negeri. Sebagian budaya mereka telah hilang tergerus derasnya arus globalisasi. Apakah kemudian yang menjadikan Bali begitu kuat mempertahankan eksistensi seni dan budayanya?

Keberadaan desa pekraman ialah faktor utama pelestarian seni dan budaya Bali. Melalui desa pekraman, budaya masyarakat Bali dapat terus terjaga karena desa pekraman dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus dapat melakukan aktifitas yang membudaya. Keberadaan desa pekraman juga memiliki peranan yang begitu erat dengan pengimplementasian konsep Tri Hita Karana. Hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungan dapat terus terjaga dengan keberadaan desa pekraman di Bali.

Berbicara mengenai desa pekraman, Desa pekraman Padangtegal mungkin terdengar tidak terlalu familiar ditelinga masyarakat Bali. Namun jika mendengar kata “Monkey Forest” semua orang tentu mengetahui objek wisata yang dimaksud. Apalagi objek tersebut terletak di Ubud yang sudah tidak perlu diragukan lagi popularitasnya. Tidak banyak orang yang tau bahwa dibalik kesuksesan Monkey Forest terdapat kerja keras desa pekraman yang telah menggagas dan mengelola objek wisata ini. Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pemerintah, Desa Pekraman Padangtegal pun berhasil meraih berbagai pencapaian dan prestasi berkat keberhasilan pengelolaan Monkey Forest yang menghasilkan puluhan milyar rupiah tiap tahunnya.

 

Pengimplementasian konsep Tri Hita Karana yang pertama dapat dilihat dari kepedulian Desa Pekraman Padangtegal dalam menjaga kesucian pura kahyangan tiga. Di Monkey Forest sendiri, terdapat Pura Dalem yang merupakan bagian dari pura kahyangan tiga masyarakat setempat sebagai perwujudan hubungan baik manusia dengan sang pencipta. Pepesoan atau pemungutan uang pun tidak lagi dijalankan untuk meringankan beban masyarakat Desa Pekraman Padangtegal ketika piodalan berlangsung.

Demi menjaga hubungan baik antara sesama manusia sesuai dengan konsep Tri Hita Karana, Desa Pekraman Padangtegal menyediakan kursus Bahasa Inggris dan Kursus komputer secara gratis untuk siswa-siswi setempat. Desa Pekraman Padangtegal juga menyediakan hadiah jutaan rupiah untuk siswa-siswi yang berprestasi di tingkat daerah, nasional maupun internasional sehingga dapat memacu generasi muda Desa Adat Padangtegal untuk tetap berprestasi.

Perwujudan konsep Tri Hita Karana dalam hubungan manusia dengan lingkungan direalisasikan dengan menyediakan pelayanan pengangkutan sampah gratis. Pembagian gratis bak sampah ke setiap KK (Kepala Penduduk) juga telah dilaksanakan. Desa Adat Padangtegal memalui pengelolaan Monkey Forest juga telah meraih penghargaan Kalpataru tahun 2012. Hal ini pun sejalan dengan program pemerintah profinsi Bali yaitu menjadikan Bali clean and green.

undefined

Banyak sekali hal positif yang telah dilaksanakan oleh Desa Pekraman Padangtegal berkat adanya Monkey forest. Baru-baru ini, Desa Pekraman Padangtegal membuat sentral parkir yang begitu luas hingga mencapai 8 hektar. Hal ini bertujuan untuk menanggulangi masalah kemacetan di wilayah Ubud yang semakin sulit untuk ditanggulagi.

            Memang, keberadaan Monkey Forest merupakan sebuah anugrah bagi masyarakat Desa Pekraman Padangtegal. Kehidupan masyarakat pun menjadi lebih berkualitas seiring dengan kegiatan adat istiadat, seni dan budaya yang berkelanjutan. Hal tersebut menunjukkan bahwa peranan desa adat sangatlah penting untuk mejaga exsistensi Bali khususnya di bidang pariwisata. Masih banyak sekali potensi pariwisata desa di Bali. Dan Desa Pekraman Padangtegal dapat kita jadikan sebagai contoh bagi desa lainnya di Bali karena Desa Pekraman Padangtegal adalah desa sadar wisata yang telah berhasil membangun pariwisata yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Desa Pekraman Padangtegal.

 

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook