KulKulBali.co

Pesona Bali Yang Terseret Arus Globalisasi

dalam Budaya

👤104 read komentar 🕔15 Jul 2017
Pesona Bali Yang Terseret Arus Globalisasi - kulkulbali.co

            Bali, ia Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang begitu indah dan sangat kental dengan adanya beragam adat istiadat serta budayanya. Adat istiadat itulah diperumpamakan sebagai magnetik untuk menarik wisatawan berkunjung.

 

            Bali dikenal oleh masyarakat asing akan sejuta pesona yang begitu memesona. Bali yang dijuluki pulau Seribu Pura ini banyak didatangi para wisatawan bahkan para investor.

 

            Bali, ia Bali memang sangat dikagumi akan keindahan alamnya, maka tidak dapat dipungkiri Bali merupakan destinasi pariwisata yang menyajikan lahan pendapatan yang sangat tinggi. Oleh sebab itu tak jarang para investor menukar pohon uangnya untuk masyarakat Bali yang memilih menjual lahannya.

 

            Bali pada umumnya dikunjungi karena keunikannya. Tapi entah adanya era globalisasi, kini orang Bali enggan berbangga dengan budaya yang dimilikinya. Itulah yang membuat pola pikir wisatawan asing berubah. Serta membuat para investor bersuka ria diatas tanah Bali ini.

 

          Dapat kita rasakan banyak perubahan yang bermuculan. Pada zaman ini banyak kebudayaan Bali yang bisa kita rasakan semakin memudar. Bali yang dulu terkenal dengan sebutan Baliaga sekarang diubah menjadi Balikekinian oleh pola pikir yang semakin modern.

 

            Banyak contoh yang dapat kita ambil seperti adanya perubahan dengan pembuatan gebogan, pemakaian adat ke Pura dan lain sebagainya. Itulah yang menjadi trend di mata masyarakat Balikekinian yang saat ini sedang ditonjolkan.

 

            Bali yang dulu, tanpa kita sadari akan tertidur layaknya bayi yang ditinggal ibunya. Bali menangis melihat ibunya telah meninggalkan bayanganya sendiri. Miris memang jika kita gali lebih dalam. Ibu yang seharusnya sebagai penjaga dan pelindung, kini hanya dapat menjual pesona yang dimiliki oleh bayinya sendiri.

             

            Maka dari itu, disanalah kesadaran kita sebagai muda Bali untuk turut serta mempertahankan dan melestarikan Budaya Bali yang sudah mulai tergerus arus globalisasi. Globalisasi tidak bisa kita hindari, tetapi dapat kita filter menggunakan wawasan dan kepekaan. Without culture, knowledge is nothing!

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook