KulKulBali.co

Hotel Bali Beach: Saksi Kenangan Bung Karno Untuk Pulau Dewata

dalam Budaya

👤226 read komentar 🕔03 Jun 2018
Hotel Bali Beach: Saksi Kenangan Bung Karno Untuk Pulau Dewata - kulkulbali.co

Siapa yang tak tahu Bali?

Pulau indah nan menawan ini bagaikan magnet yang menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Bahkan, banyak dari wisatawan mengira Bali adalah sebuah negara yang terpisah dengan Indonesia. Di sisi lain, tentunya ada banyak hal yang dapat dinikmati ketika mengunjungi “Pulau Dewata”, mulai dari wisata kuliner, wisata spiritual, wisata budaya dan wisata rekreasi.

Selain keindahan alam yang dimiliki, keramahan masyarakat setempat merupakan tradisi yang dibawa oleh orang Bali.

Dikatakan ramah karena setelah wisatawan menginjakkan kaki di pulau seribu pura ini, senyum ramah penduduk Bali telah siap menyambut mereka. Masyarakat Bali yang sangat taat menjalankan ajaran agama dan adat-istiadat mereka sangat terbuka dan menghargai setiap wisatawan yang datang. Dengan masyarakat yang ramah itu, Bali dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Di samping keramahan masyarakatnya, wisatawan jatuh cinta dengan Bali karena keindahan panoramanya. Wisatawan dapat memanjakan diri dengan berjemur di pantai dengan sinar matahari yang hangat dan inilah yang menjadikan bali sebagai “surga dunia”.

Akan tetapi, berbicara mengenai Bali sendiri tidak akan lepas dengan wacana budaya dalam kaitannya dengan majunya pariwisata yang saat ini sangat mempengaruhi eksistensinya. Pernahkah mengira, mengapa di Bali tidak ada gedung pencakar langit seperti di Surabaya atau Jakarta? Gedung atau bangunan di Bali memang jarang ada yang tinggi-tinggi, rata-rata mempunyai ketinggian maksimal 15 meter atau 4–5 lantai.

Hal ini tidaklah sebuah aturan yang sembarangan, namun ada landasan hukum yang mengatur mengenai batas ketinggian bangunan tersebut. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kdh. Tk. 1 Bali, Tanggal 22 November 1971, Nomer 13/Perbang. 1614/II/a/1971. Peraturan terbaru termuat dalam Perda No 16 Tahun 2009, tentang RTRW Bali. Di mana salah satu poinnya mengatur tentang batas ketinggian maksimal suatu bangunan yaitu maksimal 15 meter, atau setara dengan tinggi rata – rata pohon kelapa.


Be the tallest building

Di sisi lain, ternyata ada satu gedung di Bali yang mempunyai ketinggian lebih dari 15 meter, gedung tertinggi di Bali tersebut adalah sebuah bangunan hotel sembilan lantai yang berada di Pantai Sanur. Hotel tersebut bernama Inna Grand Bali Beach, atau yang sebelumnya bernama Hotel Bali Beach. Tentunya akan banyak pertanyaan, mengapa Hotel Bali Beach menjadi bangunan tertinggi?

Bangunan 10 lantai ini dibangun jauh sebelum peraturan gubernur itu dibuat. Hotel ini dibangun tepatnya pada tahun 1963 dan selesai dibangun tiga tahun berikutnya. Sebuah visi pariwisata yang dirintis Presiden Soekarno dengan tujuan mengedepankan Indonesia di dunia pariwisata internasional. Saat itu, Pantai Sanur bukanlah lokasi wisata, melainkan pantai yang disakralkan masyarakat dan digunakan untuk melarung. Bung Karno-lah yang melihat potensi pariwisata pantai ini sehingga membangun Bali Beach.


Klasik tetap bersaing


undefined

Relief di dinding Inna Grand Bali Beach,menggambarkan Bung Karno sedang menggendong anak kecil.

Sumber : Silvia Galikano

Hotel Bali Beach merupakan salah satu hotel yang sangat menarik untuk menjadi salah satu tempat wisatawan memanjakan dirinya ketika berlibur di Bali. Dengan mempertahankan budaya Jawa Kuno yang dipadukan dengan teknologi serta mengadopsi gaya arsitektur “The International Style” sehingga memunculkan citra Indonesia modern. Unsur budaya Jawa Kuno yang paling jelas ditandai dengan padma (bunga teratai dalam bahasa Sansekerta) sebagai bagian elemen arsitektur, tata ruang kota interior, dan kria. Soekarno juga memadu-padankan padma yang merupakan unsur timur, dengan struktur beton dari barat, sebagai simbol revolusi zaman.

Dalam memajukan pariwisata di Bali tentunya berbagai cara dapat dilakukan tanpa harus menghilangkan budaya. Seperti hal kecil yang bisa dilakukan yaitu dengan melestarikan tarian asli Bali, bahasa Bali, kuliner Bali maupun peninggalan sejarah di Bali yang mengandung nilai Budaya.


Because Without Culture We Just A Human Without Identity”.

 

Referensi :

https://sarasvati.co.id/author/silvia-galikano/ Diakses pada 27 Mei 2018

Eldipore, Ez. 2016. Sejarah Inna Grand Bali Beach (Sanitasi & Hygiene)

(http://ez-eldifore.blogspot.com/2016/10/sejarah-inna-grand-bali-beach-sanitasi.html Diakses tanggal 28 Mei 2018)

https://web.facebook.com/search/str/sejarah+bali+hotel+grand+inna+bali+beach/ Diakses tanggal 30 mei 2018

https://web.facebook.com/SejarahBali/posts/1088245064570875:0?_rdc=1&_rdr Diakses tanggal 30 Mei 2018

https://exp.cdn-hotels.com/hotels/ Diakses tanggal 2 Juni 2018

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook