KulKulBali.co

Pariwisata Partisipatif: Upaya Pengembangan 3 Zona Wisata Kabupaten Badung

dalam Kabar > Badung

👤447 read komentar 🕔04 Apr 2020
Pariwisata Partisipatif: Upaya Pengembangan 3 Zona Wisata Kabupaten Badung  - kulkulbali.co

Ibnu Batutta pernah berkata “Travelling-it leaves you speechless, then turns you into a storyteller”. Bagi seorang yang gemar melakukan perjalanan wisata atau liburan, tentu pepatah ini akan sangat sesuai. Menemukan destinasi wisata yang mampu membuat terkesima akan membuat kita merasa bangga untuk menceritakannya pada orang lain. Ditilik dari sisi yang berbeda, pepatah ini juga dapat memiliki tafsir bagaimana menentukan konsep pengembangan wisata yang baik, termasuk bagi pengembangan wisata di Kabupaten Badung. Konsep destinasi wisata yang unik, menarik, dan khas menjadi kunci agar mendapat nilai rekomendasi yang tinggi.

Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Bali, tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan pariwisata di Kabupaten Badung. Siapa yang tidak mengenal Pantai Kuta, Uluwatu, Pantai Pandawa, Canggu, Seminyak dan sekitarnya? Ya, wisata pantai memang menjadi untaian mutiara yang tersebar di pesisir selatan Badung yang sangat terkenal di seluruh penjuru dunia. Tetapi, keindahan Badung tidak hanya sebatas itu. Masih ada konsep wisata lain yang menjadi permata tersembunyi yang patut dikunjungi.

Destinasi wisata Badung: Zone of power

Destinasi wisata Kabupaten Badung telah dipetakan sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah. Sektor-sektor unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Badung diantaranya pariwisata, pertanian dalam arti yang luas, serta industri kecil dan kerajinan rumah tangga.

Terdapat 3 wilayah pembangunan di Kabupaten Badung, yaitu:

  • Zona Pembangunan Badung Utara

Meliputi dua kecamatan yaitu kecamatan Petang dan Abiansemal dengan pusat pengembangan wilayah blahkiuh, dengan dominasi aktivitas perkebunan, tanaman pangan, wisata alam, peternakan, kerajinan rumah tangga dan konservasi alam. Didukung dengan Festival Budaya Pertanian. Dengan unsur ekowisata, agritourism, dan desa wisata. Beberapa destinasi yang ada di wilayah ini diantaranya Jembatan Tukad Bangkung, Air Terjun Nungnung, Sangeh Monkey Forest, wisata Bagus Agro Pelaga, Taman Mumbul Sangeh Bali dan Lembah Tanah Wuk.

  • Zona Pembangunan Badung Tengah

Meliputi Kecamatan Mengwi dengan pusat pengembangan di Mengwi dengan dominasi aktivitas pertanian, peternakan, pariwisata budaya serta industri kecil dan kerajinan rumah tangga. Didukung dengan Festival Budaya dan Seni. Wilayah ini memiliki unsur Pusat Pemerintahan dan Pusat Budaya (Pura Taman Ayun). Adapun destinasi wisatanya memiiki unsur budaya yang sangat kental, terdiri dari Wisata Atraksi Mekotek, Wisata Perang Tipat Bantal, Desa Wisata Baha, Pura Taman Ayun, dan Pantai Saseh.

  • Zona Pembangunan Badung Selatan

Meliputi Kecamatan Kuta Selatan, Kuta dan Kuta Utara dengan pusat pengembangan di Kuta dan dominasi aktivitas pariwisata, pendidikan, perikanan, industry kecil, serta perdagangan dan jasa. Didukung dengan Festival Budaya bahari. Destinasi Wisata wilayah ini merupakan yang paling terkenal dan digemari, diantaranya Pantai Kuta, Pantai Melasti, Pantai Pandawa, Pantai Suluban, Pantai Legian, Pantai Canggu, Pantai Jimbaran, Pantai Kedonganan, Pantai Nyang Nyang, Pantai Dreamland, Pantai Padang Padang, Pantai Batu Bolong, Pantai Berawa, Pantai Peti Tenget, Garuda Wisnu Kencana, Kawasan ITDC Nusa Dua, Monumen Kemanusiaan Tragedi Bom Bali, Penangkaran Penyu Deluang Sari, Pura Uluwatu, Pura Peti Tenget, Tanjung Benoa, Waterboom Park Kuta.

Melihat ketiga zona destinasi wisata ini, maka Badung telah memiliki unsur-unsur dasar pariwisata seperti alam, budaya, sejarah, dan hiburan. Pariwisata yang holistik dapat wisatawan temukan ketika mengunjungi destinasi-destinasi wisata di Kabupaten Badung. Namun, untuk mengembangkan ketiga zona ini kita perlu tenaga yang ekstra mengingat hingga saat ini wilayah selatan menjadi tujuan yang utama. Salah satu konsep wisata yang dapat diterapkan adalah wisata partisipatif. Wisata partisipatif telah banyak dikembangkan pada daerah-daerah tujuan wisata. salah satu unsur yang menarik adalah adanya interaksi antara wisatawan dan warga. 

Wisata partisipatif, seperti apa?

  • Badung Smart Ecotourism Village

Pengembangan wisata di daerah utara yang memiliki potensi utama pertanian dan perkebunan dapat melalui pembangunan desa wisata yang unik. Desa wisata ini memberikan kesempatan untuk wisatawan ikut terjun langsung dalam kegiatan pertanian, seperti menanam padi atau komoditas lain seperti asparagus, ikut dalam kegiatan perkebunan, dan pembuatan barang-barang kerajinan. Selain itu, juga dapat disediakan jalur-jalur sepeda yang dapat menguatkan kesan tradisional.

Desa wisata ini diharapkan dapat menjadi unggulan sebagai tujuan utama kunjungan wisatawan di zona Badung utara yang memiliki akses ke setiap destinasi wisata lain di zona ini. Fasilitas wisata juga harus disediakan secara matang dan lengkap untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.

  • Badung Culture Centre (BCC)

Wisata budaya memang selalu memiliki daya tarik tersendiri, sayangnya aspek ini seringkali dilupakan dalam promosi wisata. Mengingat di wilayah Badung Tengah kita memiliki banyak daftar kegiatan budaya di waktu-waktu tertentu, maka diperlukan suatu platform yang memuat informasi yang lengkap. Melalui Badung Culture Centre (BCC) kita akan membangun pusat informasi budaya bagi wisatawan, melalui website dan aplikasi. Platform ini juga akan berisikan jadwal dan keterangan kegiatan, yang akan muncul sebagai pengingat untuk pengguna setiap waktu tertentu.

Selain media informasi yang baik, konsep wisata ini juga harus dirancang dengan sebaik-baiknya. Seperti dengan melibatkan wisatawan dalam tradisi mekotek, tipat bantal, dan kegiatan budaya di Taman Ayun. Dengan mengajak wisatawan dalam kegiatan periodik ini dapat menjadi daya tarik yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya.

  • Semangat Gerak Aktif Resik Pantai (SEGARA)

Karena di zona Badung selatan destinasi wisatanya telah banyak dikenal, maka kita akan menyasar bagian lain, yakni permalasahan utama sampah. Sampah menjadi permasalahan lazim setiap tahun, utamanya sampah kiriman. Sehingga diharapkan pembuatan aplikasi SEGARA ini dapat meningkatkan partisipasi aktif untuk pembersihan pantai. Wisatawan maupun warga lokal dapat melihat jadwal, mendaftarkan  diri, dan difasilitasi dalam kegiatan pembersihan pantai.

Isu lingkungan menjadi hal yang penting dan krusial di mata dunia, dengan dibentuknya aplikasi ini menunjukkan atensi kita dengan juga mengajak wisatawan di dalam kegiatannya.

 

 Daftar Pustaka

 

Editor : Maha Dwija Santya
Topik : #jbb2020

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook