KulKulBali.co

[#JBK2014] Bali Sebutir Telur

dalam Budaya

👤1447 read komentar 🕔07 May 2014
[#JBK2014] Bali Sebutir Telur - kulkulbali.co

Sebuah artikel dari salah seorang finalis Jegeg Bagus Klungkung 2014 atas nama Gusti Cahyana. Artikel yang bersifat kompetisi menyebabkan editorial kulkulbali.co hanya membenahi beberapa typo. Selamat Membaca!!!

kulkulbali.co "

Berbicara masalah keindahan Bali memang tidak ada habisnya. Agama, tradisi, budaya, kuliner, bahkan masyarakatnya pun menarik untuk diperbincangkan. Banyak fiosofi yang bermunculan tentang Bali. Namun filosofi yang sangat pantas menggambarkan Bali keseluruhan yaitu Sebutir telur. Banyak yang bertanya-tanya memangapa Bali dianggap sebagai sebutir telur?

Sebutir telur memiliki 3 sisi bagian. Yaitu meliputi lapisan terluar/cangkang, Putih telur, dan Kuning telur. Ketiga sisi telur itu dimiliki juga oleh Bali, kita ulas bersama. Yang pertama kuning telur ibarat ajaran agama dimana masyarakat Bali memegang teguh menjalankan dharma/kebaikan serta sujud bakti terhadap tuhan. Yang kedua putih telur ibarat seperti nilai-nilai budaya masyarakat Bali, peraturan Bali atau sering disebut awig-awig merupakan pedoman mereka untuk berbuat  kebaikan, misalnya yang suka mengedepankan harmoni dalam setiap aspek tindak-tanduknya. Dan yang terakhir yaitu Cangkang, atau bagian yang paling keras itu adalah tradisi atau adat istiadat dalam wujud lembaga-lembaga adat, upacara, pakaian, kesenian, dan lain sebagainya yang dimana masyarakat Bali sangat menjaga tradisi, kesenian mereka dari gempuran keras budaya luar yang masuk ke Bali.

Kehidupan masyarakat Bali berjalan dengan filosofi agama, budaya, dan adat-istiadat yang tidak terpisahkan, Mayoritas masyarakat Bali yang beragama Hindu menjalankan agama dan budaya serta adat istiadatnya seperti kesatuan. Tradisi dan budaya yang dilaksanakan adalah wujud pengamalan agama. Atau ajaran agama menjadi budaya dan mengerak ke dalam tradisi serta adat istiadat.

Sungguh luar biasa sebutir telur yang sebgaian orang beranggapan telur yang hanya dapat dikonsumsi saja, namun dilihat dari filosofinya menggambarkan sercara lues tentang peradaban Bali yang dikenal di seluruh belahan dunia.

Editor : Gusti Ngurah Indrakusuma
Topik : ##jbk2014

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook