KulKulBali.co

Sirkuit F1 dan MotoGP, Menguntungkan atau Merugikan Bali?

dalam Kabar > Nasional

👤3840 read komentar 🕔06 Jul 2014
Sirkuit F1 dan MotoGP, Menguntungkan atau Merugikan Bali? - kulkulbali.co

Sirkuit F1 dan MotoGP, Menguntukan atau Merugikan Bali?

Pembangunan yang sudah tak terkontrol dan hanya mementingkan profit dari segi materi sudah diterapkan di Bali. Terutama saat dimulainya reklamasi Teluk Benoa yaitu dengan pembangunan Jalan Tol Mandara (Nusa Dua-Benoa) sepanjang kurang lebih 9 km sudah menuai kecaman dan penolakan pembangunannya oleh masyarakat Bali. Reklamasi Teluk Benoa disinyalir memiliki dampak negatif yaitu banjir karena tergerusnya tanaman bakau, pencarian nafkah warga sekitar Teluk Benoa yang berkurang bahkan lumpuh, ketahanan pangan, dan keberlangsungan tradisi penduduk lokal. Pembangunan Jalan Tol Mandara memang sudah diresmikan dan dioperasikan, namun hingga kini tetap saja menuai penolakan dan demonstrasi dari masyrakat Bali. Parahnya, hal ini diperburuk dengan adanya wacana pembangunan sirkuit F1 dan MotoGP di Kabupaten Jembrana.

Walaupun pembangunan sirkuit F1 dan MotoGP masih sebatas wacana, namun beberapa pernyataan protes sudah terdengar. Pembangunan F1 dan MotoGP ini dianggap sebagai penyebab merosotnya kebudayaan Bali karena akan ada banyak investor asing yang menanamkan modalnya di Bali dan membangun gedung-gedung atau bangunan-bangunan yang mewah dan tinggi yang hanya bisa dinikmati oleh kaum menengah ke atas. Sudah bisa ditebak, masyarakat Bali hanya akan menjadi karyawan atau pegawai dari mega proyek tersebut karena investor asing baik itu domestik atau manca negara yang akan memegang hak sepenuhnya dari pembangunan tersebut. Parahnya jika proyek ini terealisasi, bukan tidak mungkin lagi akan dibangun jalan tol serupa Jalan Tol Mandara untuk menghubungkan Badung-Jembrana yang direncanakan sepanjang kurang lebih 80 km melintasi laut selatan Bali dan begitu selanjutnya hingga pembangunan resor dan marina yang mewah di seputaran Teluk Benoa.

Di satu sisi proyek pembangunan sirkuit F1 dan MotoGP di Kabupaten Jembrana memang menguntungkan, namun juga merugikan. Proyek pembangunan sirkuit F1 dan MotoGP menguntungkan karena dapat memperkenalkan Bali kepada dunia karena sarana dan fasilitasnya makin lengkap, menambah devisa bagi Bali, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar, pembangunan menjadi merata yang tidak hanya berkembang di daerah Bali selatan, dan lain-lain. Kerugian dengan adanya proyek pembangunan sirkuit F1 dan MotoGP yaitu berkurangnya lahan hijau yang diperkirakan mencapai 100 hektar yang mestinya dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas pangan di daerah tersebut.

Jika memang reklamasi harus tetap berlangsung, mestinya hal ini sudah sangat dipikirkan matang-matang oleh pemerintah kita bagaimana dampak positif dan dampak negatifnya bagi masyarakat Bali. Tidak hanya mementingkan profit dari segi materi, namun juga ini harus menjadi pembangunan yang membangkitkan perekonomian masyarakat Bali agar dapat hidup lebih layak dan tidak menghilangkan pakem-pakem adat, kebudayaan, tradisi, dan kesenian Bali yang sudah turun temurun dilaksanakan oleh leluhur kita. Apakah kita ingin anak cucu kita hanya menjadi pelayan atau pekerja di tanah Bali sendiri? Apakah kita ingin kebudayaan Bali tergerus karena pembangunan proyek yang tak terkontrol di Bali? Itu semua kembali pada kesadaran kita masing-masing bagaimana menyikapinya.

Editor : Maha Dwija Santya

Tentang Penulis

Angga Sandy

hanya ingin mendapatkan teman dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari beropini dan beragumentasi melalui tulisan :)

Lihat Semua Artikel 🌎Lihat Profil Facebook

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook