KulKulBali.co

[#JBK2015] Ritual Lukat Geni Netralkan Sifat Buruk Manusia

dalam Budaya

👤2944 read komentar 🕔11 Apr 2015
[#JBK2015] Ritual Lukat Geni Netralkan Sifat Buruk Manusia - kulkulbali.co

Berikut ini adalah tulisan karya Daivi Madhuryanti, finalis Jegeg Bagus Klungkung tahun 2015. Ia berkisah tentang sebuah tarian yang lama hilang namun kini hadir kembali. Selamat menikmati, semoga bermanfaat!

kulkulbali.co

 

Setiap Provinsi, Kabupaten maupun kota yang ada di bumi nusantara ini pasti memiliki tradisi seni dan budaya yang beraneka ragam dan unik. Tradisi seperti ini ada karena cenderung merupakan warisan budaya dari leluhur. Bali, khususnya di Kabupaten Klungkung tradisi yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakatnya, hal-hal unik tersebut masih terjaga lestari sampai sekarang, berkeyakinan akan mendatangkan sesuatu yang baik pada kehidupan kedepan atau yang akan datang, dan akan terjadi musibah jika prosesi tersebut tidak dijalankan. Keyakinan-keyakinan tersebut menimbulkan sebuah kebiasaan atau tradisi di beberapa tempat di Provinsi Bali. Sebuah tradisi tetap ada pada masing-masing kabupaten, bahkan ditingkat kecamatan dan desa, muncul kebiasaan karena penghormatan kepada leluhur dan keyakinan beragama masyarakat Bali. Sebagai destinasi wisata dunia, tradisi unik tersebut menjadi sesuatu yang menarik.

Selain objek wisata dengan pemandangan indah, keunikan budaya ini menambah minat kunjungan wisatawan ke Pulau Surga ini. Salah satu tradisi yang masih ada di Bali, khususnya di Kabupaten Klungkung adalah tradisi Lukat Geni atau lebih populer dinamakan dengan perang api atau gebug prakpak dirayakan oleh warga Puri Satria Kawan, Paksebali, Kec. Dawan, Kab. Klungkung. Pelaksanaan ritual ini bertepatan pada malam Pengrupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Tradisi ini sempat vakum cukup lama, namun beberapa tahun terakhir ini, rutin dilaksanakan. Selain untuk kegiatan ritual juga untuk menjaga warisan budaya leluhur. Lukat Geni adalah sebuah prosesi peperangan dengan api dari daun kelapa kering sebagai senjata ,melibatkan beberapa orang pemuda secara berpasangan, alat pemukulnya daun kelapa yang diikat lalu dinyalakan, untuk dipukulkan kepada lawan dimana sebelum prosesi dimulai semua peserta dan alat pemukul untuk lukat geni di lakukan ritual khusus. Selain itu ritual ini diyakini juga untuk menolak bala atau marabahaya.

 

 

Apasih arti dari Lukat Geni itu?

Kata melukat dalam Jawa Kuno Indonesia artinya melepaskan, membebaskan. Sedangkan menurut Bahasa Bali, kata lukat, melukat artinya membersihkan kekotoran batin. Sedang kata geni artinya api.Jadi upacara lukat geni adalah suatu bentuk upaya menetralisir keburukan dalam diri mansuia dan alam dengan menggunakan cahaya pengetahuan yang disimbolkan oleh api/geni. Lukat Geni juga bisa diartikan suatu upaya untuk melepaskan, mengurangi kekotoran dengan harapan kondisi selanjutnya menjadi harmonis, seimbang dan pada akhirnya memperoleh kedamaian dan keseimbangan alam dan kebahagiaan lahir batin.

Sejak sore hari, para pemuda berkumpul, untuk ambil bagian dalam tradisi lukat geni. Sementara itu sebelum dilakukan tradisi ini juga ada berbagai persyaratan yang dilakukan. Diantaranya ada beberapa tahapan yag harus dilalui. Seperti membersihkan diri di sumber mata air kemudian dilakukan persembahyangan bersama di Pura Merajan setempat. Ini dilakukan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dan para Leluhur agar para peserta diberikan keselamatan dalam melaksanakan ritual tersebut.

 

 

Seluruh masyarakat, dari anak muda sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan juga ikut tumpah ruah menyaksikan dari dekat. Lukat geni dilaksanakan sebelum ogoh-ogoh diarak. Sebelum pengarakan ogoh-ogoh, peserta Lukat Geni (para pemuda) tampak saling pukul satu sama lain menggunakan api dari seikat daun kelapa kering. Aksi saling pukul itu semakin garang karena diiringi tabuh baleganjur yang menabuh dengan penuh semnagat. Namun, tidak terlihat amarah antara satu sama lain, tak ada juga dendam. Kendati menggunakan api, tidak juga terlihat ada pemuda mengalami luka. Karena semua itu mereka lakukan demi satu tujuan, yakni menghilangkan sifat-sifat buruk/negatif, sehingga tidak menimbulkan gangguan dari hal-hal yang sifatnya merusak. Ada satu keyakinan yang ditanamkan kepada para peserta yang terlibat dalam lukat geni, yakni api dari prakpak tersebut tidak akan melukai atau membakar diri peserta. Tetapi akan membersihkan diri para peserta. Diyakini juga percikan api yang menyala dan membakar tubuh peserta tersebut akan menbakar atau menghilangkan sifat-sifat negative dalam tubuh.

Saat-saat tertentu bertepatan dengan rencana tour anda, coba saja untuk melihat keunikan tradisi dari Kabupaten Klungkung ini.

Sumber : http://www.sentralbali.com/sosbud/1523-tradisi-unik-di-puri-satria-kawan-klungkung.html

              http://www.merdeka.com/peristiwa/buang-sial-warga-puri-satria-klungkung-gelar-ritual-mandi-api.html

              http://mp3radiuz.blogspot.com

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra
Topik : #jbk2015

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook