KulKulBali.co

[#JBK2015] Pandil Harta Karun Desa Kamasan

dalam Kabar > Klungkung

👤2996 read komentar 🕔14 Apr 2015
[#JBK2015] Pandil Harta Karun Desa Kamasan - kulkulbali.co

Tulisan kali ini adalah karya Lisa Putri, finalis Jegeg Bagus Klungkung 2015. Ia berkisah tentang salah satu kerajinan yang terkenal dari daerah timur Bali ini. Selamat menikmati, semoga bermanfaat!

tim kulkulbali.co

 

Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain.

Di Bali khususnya Klungkung ada beberapa daerah yang masih mempertahankan seni ukir tradisional sebagai suatu kebudayaan yang harus di lestarikan. Tetapi hingga saat ini masih belum banyak masyarakat ataupun wisatawan yang tahu dengan seni ukir tradisional tersebut. Khususnya di Klungkung, seni ukir tradisional ini memiliki ciri khas dan juga nama yang berbeda-beda. Salah satunya yaitu seni ukir yang ada di Desa Wisata Kamasan. Kalian tentunya tahu Desa Kamasan itu terkenal karena lukisan wayang tradisionalnya, akan tetapi di balik itu para wisatawan masih belum tahu kalau di Desa Kamasan ini juga memiliki kebudayaan seni ukir dengan ciri khas tertentu yakni mengukir kuningan yang digunakan sebagaihiasan dinding atau yang sering disebut dengan “PANDIL”.

 

undefined

 

Pandil merupakan suatu karya seni ukir dengan berbahan dasar kuningan yang biasa digunakan sebagai hiasan dinding. Made Sumerta yang lahir di Kamasan pada tanggal 2 Juni 1949 merupakan salah satu pengerajin seni ukir kuningan atau pandil yang ada di desa wisata Kamasan. Beliau sudah lama menekuni kerajinan kuningan ini mulai dari tahun 1990 hingga saat ini. Made Sumerta sudah banyak membuat karya-karya seni seperti : Selongsong peluru, bokor (bahan kuningan, perak, ataupun tembaga), sangku, serta alat-alat untuk keperluan upacara keagamaan.

Seni ukir pada kuningan ini bisa muncul karena adanya ide kreatif dari para pengerajin untuk membuat suatu karya yang baru. Gambar yang biasanya di ukir pada ukiran kuningan tersebut yaitu, cerita Ramayana, cerita Mahabharata, Dewi Saraswati, Ganesha, dan masih banyak lagi (sesuai dengan keinginan atau sesuai pesanan).

Adapun proses pembuatan seni ukir kuningan ini yaitu terlebih dahulu mempersiapkan getah pohon meranti (jabung) yang kemudian akan dipanaskan lalu dicampurkan dengan minyak kelapa dan diaduk hingga mengental. Siapkan selembar kuningan lalu panaskan agar mudah di ukir. Tuang getah pohon meranti yang sudah kental ke dalam alas kayu yang berbentuk persegi panjang di atasnya letakkan lembaran kuningan yang sudah dipanaskan tadi. Ukirlah kuningan sesuai dengan motif pesanan. Lalu hiasi ukiran tersebut dengan memasangkan bingkai yang terbuat dari kayu yang sudah di ukir agar terlihat lebih menarik. Proses ini membutuhkan waktu selama 2 minggu dan yang paling lama hingga 1 bulan tergantung kerumitan ukirannya. Harga ukiran kuningan ini berfariasi mulai dari Rp500.000 sampai dengan Rp1.500.000.

 

undefined

 

Kalian bisa menyaksikan dan membedakan bahwa berbagai hasil karya kerajinan tradisional yang dihasilkan oleh setiap pengrajinnya benar-benar terlihat detil, halus dan sangat mengutamakan kualitas. Buat kalian yang tertarik untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembuatannya bisa datang langsung ke desa Wisata Kamasan yang terletak di di Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Pulau Bali – Indonesia. Berjarak sekitar 43 km dari Ibukota Denpasar atau sekitar 90 menit perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sedangkan dari Kota Semarapura hanya berjarak sekitar 2 km saja dan dari Pantai Klotok lebih kurang sekitar 3 km atau 10 menit perjalanan.

Desa Wisata Kamasan ini bisa menjadi tempat memuaskan hasrat berwisata seni dan sejarah karena kawasan ini memiliki aspek kesejarahan yang berpadu dengan kesenian sekaligus. Makanya tak heran kalau banyak wisatawan nasional maupun asing yang berkunjung ke Desa Wisata Kamasan ini.

Kita sebagai generasi muda harus menjaga dan juga melestarikan senibudaya yang kita miliki agar tidak hilang dimakan zaman yang serba modern ini. Sekecil apapun nilai kebudayaan itu akan terlihat besar ketika kita bisa melestarikannya. Terimakasih.

 

Sumber :

I Made Sumerta

http://jalan2.com/city/bali/desa-wisata-kamasan/

http://aku-pasti-bisaa.blogspot.com/2013/09/pengertian-seni-ukir_7.html

 

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra
Topik : #jbk2015

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook