KulKulBali.co

[#JBK2015] Orang Bali Tamu di Rumahnya Sendiri

dalam Kabar > Klungkung

👤1425 read komentar 🕔16 Apr 2015

Tulisan ini adalah karya Agus Gunawan, finalis Bagus Klungkung 2015. Ia menuangkan kejengahannya sebagai orang Bali untuk bisa unggul di wilayahnya sendiri. Selamat membaca dengan kepala yang dingin dan hati yang luas.

tim kulkulbali.co

 

Apa itu Bali?

Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari pulau Bali, wilayah provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang kecil di sekitarannya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.

Bali terletak di antara pulau Jawa dan pulau Lombok. Ibu kota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil sini-budaya. Bali juga di kenal dengan sebutan Pulau Dewata Dan Pulau Seribu Pura.

Bali terkenal seperti apa sih?

Wisatawan datang ke Bali itu karena apa? Faktor ramah tamah, budaya bali dan keunikan budaya bali.

Terutama tentang orang-orang Bali. Tapi dengan seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi banyak orang-orang non Bali yang hijrah ke Bali untuk bertempat tinggal dan mengais rejeki di Bali. Ini menyebabkan populasi penduduk Bali seakan-akan tertindas oleh penduduk non Bali. Ini membuat orang Bali seakan menjadi tamu di rumahnya sendiri. Dengan banyaknya penduduk non Bali berjualan di Bali akan menghilangkan kesempatan kepada penduduk bali untuk mengembangkan usahanya. Namun kita tidak bisa hanya menyalahkan penduduk non Bali itu. Karena oknum-oknum Bali itu “gengsi” untuk berjualan. Apalagi dengan banyaknya pedagang non Bali yang menyantumkan label halal. Seolah-olah tidak menghargai penduduk bali yang notabene mengkonsumsi daging babi.

 

Dan penolakan akan berkembangnya ekonomi syariah di Bali dirasa merupakan suatu kewajaran, mengingat Bali sangat konsisten menerapkan ekonomi adat. Dan salah satu isu yang hangat dimedia sosial adalah penolakan sebagian besar rakyat Bali terhadap adanya yang mengaku Hotel Syariah dikawasan pariwisata Kuta, bahkan hotel tersebut sudah melakukan promosi gencar dengan menggunakan bahasa-bahasa islami yang tidak relevan dengan adat dan budaya Bali.  

Untuk itu saya mengajak penduduk Bali agar menjaga keaslian penduduk kita, jangan sampai kita menjadi tamu di rumah kita sendiri.

Editor : Maha Dwija Santya
Topik : #bali, #krisis, #jbk2015

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook