KulKulBali.co

[#JBK2015] Dewa Mesraman Paksebali

dalam Kabar > Klungkung

👤2481 read komentar 🕔16 Apr 2015
[#JBK2015] Dewa Mesraman Paksebali - kulkulbali.co

Tulisan menarik karya Candra Wibawa, finalis Bagus Klungkung 2015. Ia bercerita tentang tradisi unik asal Desa Paksebali yang masih jarang diketahui masyarakat umum. Selamat menikmati indahnya tradisi kita melalui lukisan kata-kata!

tim kulkulbali.co

 

Klungkung merupakan suatu Kabupaten yang ada di Provinsi Bali. Dimana Klungkung ini memiliki berbagai kuliner yang khas, daerah tujuan wisata, berbagai macam kerajinan , seni maupun tradisi. Klungkung memiliki suatu tradisi yang dimana tradisi ini sangat unik dan menarik untuk kita saksikan. Tradisi ini sangat memukau bagi para penonton yang mengunjungi tradisi ini. Tradisi ini tergolong dalam upacara Dewa Yadnya. Tradisi ini dinamakan tradisi Dewa Mesraman.

undefined

Tradisi Dewa Mesraman ni merupakan tradisi yang terdapat di Kecamatan Dawan, Desa Paksebali, Banjar Timrah yang tepatnya berada di Pura Panti Timrah. Tradisi ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali yang tepat jatuhnya pada hari raya Kuningan yang dilaksanakan di jaba pura Panti. Dimana tradisi ini dilaksanakan sore menjelang malam hari. Sebelum Dewa Mesraman dilaksanakan warga sekitar melakukan sederet rangkaian ritual. Seperti pada awal tradisi dilaksanakannnya acara nunas paica yang dimana acara makan bersama untuk anak-anak dan acara megibung yang dimana untuk orang dewasa dan orang tua. Setelah acara tersebut dilanjutkan dengan proses inti daripada Dewa Mesraman ini yaitu acara Mesucian yang dilakukan di Pura Beji yang terdapat disana.

Setelah mesucian selesai Dewa Mesraman kembali dibawa ke Pura, dimana ketikan Dewa Mesraman menuju Pura Panti di jaba pura sudah ditarikan sebuah tarian rejang yang dimana untuk menyambut kedatangan dari pada Dewa Mesraman ini. Setelah sore menggeliat, bumi semakin remang, suara gambelan yang semakin mengalung seiring teriakan-teriakan dari pembawa Jempana membuat suasana semakin mistis. Ketika Jempana dibawa keluar sari pura yang awalnya Jempana itu hanya diusung oleh dua hingga empat orang ketika sesampai di jaba pura tempat tradisi Jempana tersebut berubah menjadi belasan orang yang mengusung berputar-putar dengan penuh semangat sembari berteriak hingga terjadi benturan-benturan dengan para pengusung Jempana yang lain, makin keras suara gambelan maka semakin kencang dan makin semangat mereka yang mengusung Jempana. Ketika Jempana sudah diputar selama 3x maka ketika Jempana dibawa kembali ke area pura. Disaat akan memasukan Jempana ke area pura situasi semakin seru karena para pengusung Jempana yang memaksakan diri untuk masuk ke dalam pura mengingat pintu masuk uatam pura yang kecil dan sempit. Keadaan makin bisa dikendalikan ketika Jempana sudah berada di dalam Pura Panti.

Mengingat Klungkung ini sempit namun Klungkung memiliki tradisi yang sangat unik dan sangat memukau tersebut. Kita bisa memonton tradisi ini ketika hari raya Kuningan yang setiap 6 bulan sekali. Kita sebagai generasi muda Klungkung harus melestarikan dan menjaga tradisi tersebut. Karena tradisi ini bisa kita jadikan sebagai khas yang berada di Klungkung seperti kabupaten lainnya. Kita sebagai generasi Klungkung harus bangga dengan memiliki tradisi ini dan kita harus bisa membuat tradisi ini menjadi suatu tradisi yang diketahui dan dikenal dimancan negara.

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook