KulKulBali.co

[#JBK2015] Eksistensi Pura Mobil

dalam Kabar > Klungkung

👤3886 read komentar 🕔16 Apr 2015
[#JBK2015] Eksistensi Pura Mobil - kulkulbali.co

Tulisan yang mencerahkan dari dara cantik asal Nusa Penida, Ayu Lisniandila, finalis Jegeg Klungkung 2015. Ia menulis tentang Pura Mobil yang selama ini keberadaannya masih samar-samar terdengar bahkan di masyarakat Klungkung sendiri. Selamat membaca dan selamat penasaran!

tim kulkulbali.co

“Pura Mobil?” Sepintas terdengar unik, aneh, dan modern. “Guess What?” “Di mana? Di Klungkung?”

Berbicara tentang Kabupaten Klungkung yang tersirat dibenak sebagian besar orang yaitu Kertha Gosa dan Museum Semarajaya, Pura Goa Lawah, Desa Wisata Kamasan, makanan khas Klungkung yang disebut Srombotan. Selain itu, Klungkung juga memiliki destinasi Wisata yang tidak kalah menarik yang berada di Pulau Nusa Penida. Saya salah satu anak Nusa Penida merasa kecewa jika teman-teman saya menanyakan, “Nusa Penida itu termasuk Kabupaten mana sih?” Apalagi orang yang menanyakan hal itu adalah orang Klungkung sendiri. Klungkung adalah Kabupaten terkecil dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Bali. Kendati wilayahnya kecil, Klungkung mewilayahi pulau Nusa yang terdiri dari Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Ketiga pulau tersebut tergabung dalam satu Kecamatan yaitu Kecamatan Nusa Penida.

Apa saja hal menarik di Nusa Penida? Nusa Penida memiliki sajian kuliner yang khas, yang disebut dengan Ledok, memiliki pantai yang indah seperti Pantai Atuh, Pantai Penida, Pantai Tembeling, memiliki masyarakat yang kreatif dengan hasil karya berupa Kain Rang-Rang dan Kain Cepuk, memiliki Lahan Pertanian Rumput Laut yang luas, memiliki tempat spiritual yang kuat kepercayaannya seperti Pura Ped, Pura Goa Giri Putri, Pura Puncak Mundi.

Oke, yang saya sebutkan di atas merupakan sekilas tentang Nusa Penida, adakah yang tahu Nusa Penida juga memiliki satu Pura yang tergolong sangat unik yaitu Pura Paluang yang kerab kali disebut Pura Mobil? Mungkin ada yang menggangap lucu, aneh, unik, atau modern, entahlah.. Apakah pura ini dibangun untuk menarik minat wisatawan? Apakah Pura ini dibangun karena ingin mengikuti zaman sekarang yang serba modern? Tentu tidak, Pura Paluang memang sudah ada sedemikian rupa sejak dahulu kala. Ketika berkunjung ke salah satu desa di Nusa Penida tepatnya di Desa Karang Dawa, ditemukan keunikan di desa ini yaitu Pura Paluang. Pura ini terletak di pinggir desa Karang Dawa yang lumayan jauh dari perumahan warganya dan tepat di atas Tebing. Tampak dari luar candi-candi sebagai ciri dari sebuah Pura dan disekeliling pura terdapat kera-kera yang terlihat asik mencari makan. Ketika memasuki pura ini, hal yang mengherankan muncul karena melihat bangunan pura yang sangat luar biasa, sangat berbeda dengan pura-pura lainnya yang ada di Nusa Penida, Bali Daratan bahkan di dunia sekali pun hanya ada satu pura dengan palinggih bebentuk mobil yang lengkap dengan roda dan kap yang terbuat dari batu padas. Untuk diketahui palinggih mobil yang di sebelah timur adalah berbentuk Mobil Jimmy dengan ukuran dan desain modern zaman kekinian. Dan di tengah-tengah areal palinggih ada juga bangunan berbentuk mobil namun mobilnya ini berukuran kecil. Dengan reposisi mobil dibentuk seperti Sedan VW. Selain bangunan itu ada palinggih yang biasa seperti taksu, padma, gedong dan palinggih lainnya.

Pada awalnya bangunan mobil di Pura Paluang dibangun dengan bahan kayu yang juga dibentuk sedemikian rupa menyerupai sebuah mobil namun karena kayunya sudah mulai keropos dengan tidak mengubah ukuran, bentuk dan desainnya bangunan itupun diperbaiki menggunakan batu dengan tujuan agar lebih awet dan tahan lama. Tahukah anda? Bangunan mobil di Pura Paluang sudah ada sebelum ada mobil di Indonesia. Sudah lama bukan? Masihkah ada yang berpikir bahwa pura ini dibuat karena pengaruh medernisasi? Pastinya mindset tersebut harus segera diubah. Palinggih yang menyerupai Mobil Jimmy merupakan kendaraan dari Ida Bhatara yang berstana di sana yaitu Ida Bhatara Ratu Gede Ngurah dan Hyang Mami yang merupakan leluhur dari krama Desa Karang Dawa yang sangat disungsung hingga kini. Konon katanya, saat malam hari sering terdengar suara derungan mobil dari Pura Paluang dengan sinar lampu yang terang. Namun deru itu hanya sepintas saja dan sangat sulit untuk diamati. Mobil tersebut keluar di saat terjadi grubug di daerah lain yang mana tujuan keberangkatan ini adalah untuk memberikan bantuan pengobatan oleh Ida Bhatara. Dengan demikian disebutkan juga banyak orang yang datang secara diam-diam untuk mendapatkan merta anugerah untuk menjadi seorang pengusada mumpuni. Bagi balian yang ingin mempertajam ilmunya bisa saja matirtayatra ke pura ini, atau bahkan juga bisa meditasi. Karena suasana yang sepi sangat mendukung untuk kegiatan meditasi maupun melakukan kegiatan ritual keagamaan lainnya.

Rencang Ratusan Bojog

Keunikan lain yang terdsapat di Pura Paluang ini adalah patung-patung kuno yang disinyalir sebagai penjaga keamanan secara niskala. Namun patung-patung tersebut tidak utuh sepenuhnya, banyak yang sepenngal-sepenggal, seperti hanya ada kepala saja, ada juga yang tinggal badan saja. Ratusan kera yang disebutkan di atas tadi adalah rerencangan beliau. Namun tidak semuanya. Kera-kera tersebut tampak aneh, mereka tidak masuk ke pelataran pura melainkan berdiam di sekeliling panyengker pura yang luasnya sekitar 50 are. Sambil mencari buah-buahan kecil, kera tersebut sepertinya terus mengawasi gerak-gerik krama yang datang ke Pura.

Gong Aneh

Ada juga sisi lain dari pura ini. Di Pura Paluang ini terdapat sebuah goa yang aneh. Goa ini tidak bisa didatangi oleh sembarang orang karena untuk mencapainya juga sangat sulit yaitu dengan cara mengintari pinggir laut yang menghabiskan durasi kurang lebih dua jam dari Desa Karang Dawa. Tempatnya yang berada di pinggang jurang saja sudah aneh terlebih lagi ada seperangkat gambelan yang sangat lengkap yang menambah keanehan dari goa tersebut. Gambelan yang terdapat di dalam goa tersebut diperkirakan sudah berumur lebih dari 500 tahun.

Sudah banyak bukti bahwa Klungkung memiliki potensi wisata yang tinggi. Masih ragu? Masih membiarkan begitu saja? Sebagai orang Klungkung sudah sepatutnya untuk menjaga Klungkung kita yang tercinta dan jangan membiarkan oknum-oknum tertentu merusaknya. Sebelum itu, kenali terlebih dahulu hal-hal yang tidak boleh dilewatkan di Klungkung dan apa saja yang terjadi di Klungkung. Masih penasaran dengan Pura Paluang? Ingin melihat langsung Mobilnya? Yukk ke Nusa Penida :D

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang Klungkung. Terimakasih

 

Sumber :

nusapenidamedia.com

https://www.google.co.id/search?q=pura+paluang+Nusa+penida

http://www.ulinulin.com/media/images/resize/Pura-Paluang-Nusa-Penida--Satu-satunya-Pura-di-Dunia-Dengan-Pelinggih-Mobil.jpg

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook