KulKulBali.co

[#JBB2015] Obyek Wisata, Tempat Memeras atau Tempat Wisata?

dalam Inspirasi & Renungan

👤1383 read komentar 🕔23 Jul 2015
[#JBB2015] Obyek Wisata, Tempat Memeras atau Tempat Wisata? - kulkulbali.co

Pulau Bali,pulau yang kerap disebut sebut sebagai pulau dewata karena keindahan alamnya, keramahan warganya dan sosial budayanya yang begitu unik membuat pulau Bali terkenal di mata wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Tidak sedikit wisatawan wisatawan luar maupun dalam yang mengunjungi Bali. Rata-rata pengunjung Pulau Bali per tahun 2014 lalu sekitar 3,5 juta wisatawan seperti yang dilansir http://www.antaranews.com/Tetapi,banyak wisatawan yang mengeluh terkait penertiban dan kenyamanan berwisata di pulau Bali, salah satunya adalah tindak pemerasan pada obyek wisata di Bali.

Adanya tindak pemerasan yang membuat wisatawan tidak nyaman dan memberi kesan buruk setelah wisata dan membuat reputasi nama Bali menjadi babak belur. Ini merupakan masalah masalah berwisata yang cukup membawa pengaruh pada reputasi nama Bali. Banyak tindakan tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan oleh guide guide tempat wisata,dagang dagang di tempat berwisata dan bahkan juga layanan layanan buruk yang didapatkan oleh wisatawan luar maupun dalam.

Seperti yang telah dilansir oleh  http://travel.detik.com/  Pura Besakih  pun menjadi tempat pemerasan wisatawan yang ingin menikmati objek wisata. Seperti ketika ingin berkunjung ke dalam pura, banyak guide-guide illegal yang tidak bersurat melayani wisatawan yang awalnya hanya menagih biaya secara sukarela, kemudian di akhir wisata, para guide meminta uang yang lebih dan sedikit memaksa.

Kemudian, adanya dagang dagang “nakal” ketika ada wisatawan yang mencoba membeli produknya dengan harga yang non-sense (tidak masuk akal) dan ada juga pedagang yang memaksa dengan nada membentak agar barangnya dibeli oleh wisatawan ketika wisatawan membatalkan apa yang ingin dibeli. Ada juga anak anak ABG yang berjualan kartu pos dan terus mengikuti wisatawan yang tengah menikmati berwisata di Pura Besakih yang menimbulkan ketidaknyamanan berwisata di Bali.

Secara langsung maupun tidak langsung, masalah ini  cukup mengkhawatirkan reputasi pulau Bali yang dikenal dengan warganya yang ramah nan pulaunya yang suci. Oknum oknum pemeras di objek objek wisata di pulau Bali telah menimbulkan ketidaknyamanan berwisata. Dan tentu hal ini kita tidak bisa biarkan begitu saja dan terus berlanjut karena kedepannya, tentu nama Bali yang akan menjadi korbannya.

Sesuai dengan konsep sapta pesona terhadap pariwisata pada bagian ke 2 dan ke 6 di mana menyebutkan bahwa ketertiban dan keramahtamahan adalah suatu upaya untuk menjaga kelestarian dan ketertarikan wisatawan agar mengunjungi pulau Bali. Berdasarkan konsep tersebut, tentu kita dapat melihat solusi yang sangat jelas. Pada masalah ini, tentu pemerintah terutama kerja sama antara Dinas Pariwisata dan Kepolisian untuk berperan aktif pada penertiban tempat wisata di Bali. Tidak hanya pihak pemerintah yang turut aktif untuk mencegah tindak pemerasan ini, tetapi masyarakat lokal yang turut serta menertibkan tetapi bukan menghakimi dan memberikan pemahaman bahwa tindakan memeras seperti ini akan mempengaruhi reputasi pulau Bali ke depannya.

Mari bersama sama ciptakan objek destinasi pariwisata agar tertib dan nyaman untuk dikunjungi dan  agar menjadikan Pulau Bali sesuai dengan sebutan “The Paradise Island” ataupun “Pulau Dewata”.

CREATE BALI ISLAND AS ITS BEAUTY.

Oleh :

I Gede Ari Putra

Bagus Karangasem 2014

Finalis Bagus Bali 2015

Referensi            :

http://www.antaranews.com/

http://travel.detik.com/

Sumber Gambar :

https://rifotografi.wordpress.com 

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra
Topik : #jbb2015

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook