KulKulBali.co

[#JBK2016] Optimalisasi Tata Ruang Kabupaten Klungkung untuk Pengembangan Objek Wisata Unggulan

dalam Kabar > Klungkung

👤1342 read komentar 🕔29 Apr 2016
[#JBK2016] Optimalisasi Tata Ruang Kabupaten Klungkung untuk Pengembangan Objek Wisata Unggulan - kulkulbali.co

           Klungkung merupakan sebuah kabupaten yang kental akan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokalnya. Seiring berkembangnya zaman membuat kota Semarapura harus berbenah dari segala sisi. Bagaimana kemudian  potensi-potensi terpendam dari kota Klungkung bisa dibawa ke atas permukaan, menghadirkan objek wisata baru yang dapat berkesan pada wisatawan yang berkunjung. Memaksimalkan potensi dari sebuah objek wisata dapat dimulai dari pengelolaan secara berkelanjutan. Pengenalan situs-situs bersejarah perlu digencarkan diimbangi dengan kontribusi dari masyarakat sekitar.

            Saat ini, khusunya di kota Semarapura sedang dilaksanakan  penataan kota secara fisik. Ini bertujuan untuk mempercantik tampilan kota Semarapura. Akhir-akhir ini, program nyata  pemerintah yang telah dapat dikonsumsi oleh publik yakni program City Tour. Destinasi City Tour ini dimulai dari terminal Semarapura, kemudian wisatawan singgah di Pura Jagatnata yang akan direncanakan dibangun wantilan. Lalu wisatawan digiring ke arah selatan yaitu singgah di Monumen Puputan Klungkung. Monumen Puputan Klungkung merupakan monumen kebanggaan masyarakat Klungkung. Di dalamnya wisatawan di ajak untuk berwisata edukasi dengan menampilkan diorama Perang Puputan Klungkung. Saat ini, kawasan Monumen Puputan Klungkung telah terlihat adanya perbaikan fisik oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai dari perbaikan taman serta  pengadaan air mancur menari sehingga mempercantik tampilan pusat kota Semarapura. Dari Monumen wisatawan bergerak menuju ke Puri Agung Klungkung yang merupakan istana Raja Klungkung pada masa terdahulu. Dilanjutkan menuju museum Semarajaya. Setelah puas menikmati benda sejarah terkait Klungkung di masalalu, wisatawan melanjutkan perjalanannya ke Kertagosa yang letaknya berdampingan dengan Museum Semarajaya. Disana wisatawan dapat melihat lukisan wayang bergaya Kamasan. Sebelum menuju kunjungan akhir yaitu Pasar Seni, wisatawan dipandu menuju Pemedal Agung yang dilengkapi rest area sebagai pusat meditasi. Kunjungan terakhir wisatawan yakni Pasar Seni. Dimana Pasar Seni menyajikan produk kerajian seni khas masyarakat lokal seperti songket gelgel, endek sampalan, cepuk dan rangrang nusa penida, serta emas dan perak kamasan. Direncanakan, pada tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Klungkung akan membangun jalan lingkar pasar untuk mendukung program City Tour dengan tujuan melancarkan transportasinya.

            Sasaran yang dituju oleh pemerintah tidak hanya untuk wisatawan mancanegara, tetapi pemerintah berharap untuk masyarakat Kota Semarapura lebih mencintai serta mengenal terlebih dahulu daerahnya sendiri. Target pemerintah yaitu, membuka ruang-ruang wisata di Klungkung untuk seluruh kalangan. Banyak hal yang masih perlu digali dari potensi-potensi yang dimiliki Kabupaten Klungkung. Rencananya, untuk mendukung City Tour akan dibangun sentra  oleh-oleh khas Klungkung yang menjual produk-produk unggulan dari masing-masing desa untuk dipasarkan ke wisatawan mancanegara maupun lokal. Walaupun dalam rencana pembangunan sentra oleh-oleh tersebut, pedagang memasarkan hasil kerajinan dari desa–desa di Kabupaten Klungkung,  tidak menutup kemungkinan bagi para  pedagang yang berasal dari luar daerah Kabupaten Klungkung untuk berdagang, tetapi syaratnya mereka  harus menjual produk-produk khas  Kabupaten  Klungkung.

            Pemerintah Kabupaten Klungkung tidak hanya melakukan penataan pada pusat kota saja, tetapi pemerintah juga sedang berusaha keras membangkitkan eksistensi dari 14 desa wisata yang telah ditetapkan, yakni  Desa Timuhun, Bakas  dan Tihingan yang terdapat di Kecamatan Banjarangkan. Desa  Kamasan, Tegak, Budaga, Gelgel  terdapat di Kecamatan Klungkung. Untuk di Kecamatan Dawan terdapat Desa  Besan, Pesinggahan. Sedangkan di Kecamatan Nusa Penida terdapat Desa Jungutbatu, Lembongan, Ped, Batukandik, dan Tanglad. Dari 14 Desa Wisata tersebut, baru 3 Desa yang sedang dipromosikan oleh Pemerintah sebagai pilot project, yaitu Desa Kamasan, Tihingan dan Besan. Itupun belum optimal. Pemerintah Daerah sedang berusaha untuk mengoptimalkan ketiga desa tersebut. Apabila pelaksanaannya telah optimal, barulah pemerintah mengoptimalkan sebelas Desa lainnya. Ini menjadi kewajiban bagi Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk membangkitkan minat wisatawan agar berkunjung ke Kabupaten Klungkung. Terlepas dari peran pemerintah, masyarakat juga dituntut untuk ikut serta mendukung gagasan pemerintah agar pelaksanaanya berimbang. Pemerintah belum bisa menargetkan kapan seluruh desa wisata yang telah ditetapkan dapat berkembang secara optimal, tetapi menurut estimasi  Pemerintah Daerah tahun 2018 Desa Besan dapat menjadi objek wisata baru yang ada di Kabupaten Klungkung. Tanpa mengesampingkan desa-desa lainnya.

            Anggaran untuk tata ruang kota Semarapura masih kecil, karena tata ruang bukanlah pekerjaan fisiknya, melainkan sebagai landasan bergeraknya. Ini menjadi kendala bagi Pemerintah. Pemerintah memiliki angan-angan untuk menjadikan Klungkung lebih baik ke depannya, tetapi Klungkung memiliki keuangan daerah yang minim serta keterbatasan lahan untuk membangun fasilitas umum. Sehingga  segala pelaksanaan harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap berdasarkan skala prioritas.

Sumber Referensi :

Hasil wawancara dengan I Gusti Gede Garnata (Kepala Bidang Tata Ruang Kabupaten Klungkung)

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook