KulKulBali.co

Globalisasi Menyerang Budaya dan Tradisi

dalam Kabar > Klungkung

👤942 read komentar 🕔17 Apr 2017
Globalisasi Menyerang Budaya dan Tradisi - kulkulbali.co

GLOBALISASI MENYERANG BUDAYA DAN TRADISI

OLEH : KARTIKA YASA

 

    undefined

Sumber : dokumen pribadi

 

Siapa yang tidak tau Bali? pulau yang kaya akan kesenian dan adat istiadatnya , pulau ini memiliki keindahan alam yang luar biasa ,selain keindahan alam Bali juga memiliki budaya yang tiada duanya  . Namun seiring perkembangan arus globali sasi budaya dan tradisi di bali mulai berubah .Tetapi bali juga memiliki keelokan budaya yang unik dan sama sekali belum terjamah oleh arus globalisai . Salah satu tempat yang memiliki keindahan budaya yang tersembunyi adalah Klungkung . Klungkung merupakan kabupaten terkecil di bali.  walaupun kabupaten terkecil di bali tetapi Klungkung memiliki keunikan seni dan budaya yang jarang untuk saat ini bisa di temui yaitu kesenian tari joged , apakah anda tahu apa itu tari joged? tari joged merupakan tarian yang tarikan oleh seorang penari perempuan dan juga ada laki laki sebagai pengibing .tarian ini berfungsi sebagai tari pergaulan dan juga tari yang digunakan sebagai hiburan karena akan memacu mental seorang laki laki  dan perempuan dalam berinteraksi secara langsung didepan banyak orang. namun seiring berjalannya waktu tari joged ini mengalami degradasi ,dan juga tarian ini sudah mengarah ke unsur negatif seperti ke unsur pornografi . tetapi hal itu juga tidak berpengaruh pada seni tari joged yang ada di salah satu desa yang ada di klungkung yaitu desa Pikat , di desa ini terdapat seke  (organisasi) yang melestarikan tari joged yang terdapat di dusun sente , berbeda pada umumnya tari joged yang ada di desa ini masih mempertahankan ke aslian tarinya ,baik dari segi pakem tarian , alat musik atau pengiring , serta busana yang dikenakan .sekarang tari jogedsente ini dilestarikan oleh truna truni yang ada di dusun sente seke joged ini berdiri pada tahun 1950 pada tahun ini seke joged sente dipimpin oleh I wayan Mario (75) yaitu warga dari dusun sente.

 

.undefined

Sumber : dakumen pribadi

 

Seke joged ini  beranggotakan 25 orang yang merupakan mayoritas warga di desa Pikat .Pada masa itu tari joged sente ini sangat terkenal bahkan pernah keliling bali untuk menarikan tarian joged.  Namun di tahun 1999 joged sente ini  meredup mengalami mati suri karena kekurangan penari dan juga banyak anggota seke yang sudah meninggal . sehingga jeged sente mengalami mati suri kurang lebih 11 tahun lamanya , bahkan sebagai pengganti joged di dusun ini pernah didirikan seke genjek yang diberi nama genjek Sangga Bhuana yang berdiri tahun 2003 , namun seke genjek ini pun tidak bertahan lama sehingga 2006 seke genjek ini bubar.Tetapi dengan kesadaran masyarakat dan pemuda yang ada di dusun sente akhirnya seke joged Sente ini kembali bangkit ,sehingga pada tahun 2011 joged sente kembali di hidupkan dari mati suri yang dilakukan oleh truna truni di dusun sente , bahkan tari joged sente ini pernah di pentaskan di PKB tahun 2014 dan 2015 yang dalam hal ini mewakili duta kabupaten Klungkung .

undefined

 

Sumber : dokumen pribadi

 

Sekarang seke joged ini sedang mengalami perkembangan .  Walaupun penabuh atau penari joged di dominasi oleh remaja bahkan ada yang masih anak – anak ,tari joged sente ini cukup terkenal di daerah Klungkung , khususnya bagi para pencinta seni . Namun disini peran pemerintah sangatlah di perlukan untuk mengembangkan tari joged yang ade luhung ini , bahkan jika dikaitkan dengan program pemerintah Klungkung  yaitu city tour tari joged ini bisa dijadikan sebagai agenda atau jalur dari city tour tersebut,misalnya dengan cara mengajak wisatawan berkunjung untuk melihat tari joged , karena secara langsung para tamu atau wisatawan dapat berinteraksi dengan rakyat yaitu misalnya mengibing ataupun belajar tari joged. Maka disini akan menumbuhkan keakraban antara wisatawan dengan rakyat . oleh karena itu peran pemerintah sangatlah diperlukan dalam pendongkrak pariwisata dan kebudayaan di klungkung .

Dari hal ini kita dapat belajar bahwa dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan yang ada di Klungkung  tidak semata mata dapat dilakukan sendiri tetapi perlu bekerja keras dan juga dukungan serta bantuan dari masyarakat dan pemerintah ,karean apapun yang dilakukan bersama dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik juga.Jadi tujuan saya disini adalah ingin mengajak seluruhkalangan masyarakat untuk menjada dan melestarikan budaya dan tradisi yang kita miliki , supaya apa yang menjadi warisan leluhur kitatidak hilang di telan oleh pengaruh globalisasi ataupun pengaruh dari luar lainnya .

        

 

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook