KulKulBali.co

Keagungan Pariwisata Klungkung

dalam Kabar > Klungkung

👤1696 read komentar 🕔18 Apr 2017
Keagungan Pariwisata Klungkung - kulkulbali.co

Dibandingkan daerah-daerah lain di Bali selatan, kabupaten ini tak terlalu terdengar suaranya. Klungkung kurang dikenal sebagai tujuan wisata. Padahal, Klungkung juga memiliki sesuatu yang tidak dimiliki daerah lain di Bali, sejarah sebagai pusat kerajaan di Bali. Pada abad ke-14 hingga ke-17, Klungkung adalah pusat kerajaan dari semua kerajaan di Bali. Kekuasaannya bahkan mencapai Lombok di Nusa Tenggara Barat dan Blambangan di Jawa Timur.

Klungkung juga terkenal sebagai lokasi di mana terjadi perang besar antara Belanda dengan rakyat Bali pada zaman kolonial. Peristiwa Puputan Klungkung pada 28 April 1908 ini diingat sebagai salah satu perang heroik sejarah rakyat Bali melawan kolonialisme.Pemerintah Kabupaten Klungkung berusaha meramu nilai historis dan heroisme itu dalam paket wisata Semarapura City Tour. Bersamaan dengan Festival Klungkung 2016, Bupati Klungkung I Nyoman Suwitra meluncurkan paket wisata di kota Semarapura tersebut.

Sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Klungkung yaitu membangun Klungkung yang unggul dan sejahtera. Klungkung yang unggul dimaksudkan sebagai Klungkung yang memiliki keunggulan di segala bidang diantaranya, unggul bidang pariwisata, pertanian, dan lain – lain. Pemanfaatan potensi pariwisata dengan pembangunan kawasan pariwisata terpadu di Kecamatan Nusa Penida, merevitalisasi kawasan Kerthagosa sebagai ikon pariwisata Klungkung dan pemanfaatan ex galian C Gunaksa.

Pemanfaatan seni kerajinan yang ada di Klungkung seperti kain endek dan lukisan kamasan bisa menjadikan sumber perekonomian bagi masyarakat Klungkung. Keberadaan daerah wisata di Klungkung juga tidak kalah menarik, Sebagai daerah yang berada di kawasan wisata, Kabupaten Klungkung memiliki berbagai wisata menarik yang tidak boleh dilewatkan oleh para wisatawan. Mulai dari wisata alam, wisata spiritual, wisata sejarah, hingga wisata seni dan budaya. daerah wisata tersebut berpotensi untuk menjadi keunggulan dan sumber kesejahteraan masyarakat Klungkung.. Saya sebagai salah satu warga Klungkung, akan membahas dan mengenalkan beberapa tempat wisata unggulan yang bisa menjadi referensi tujuan wisata bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kabupaten Klungkung.

Kabupaten Klungkung terdiri dari 4 kecamatan yaitu Kecamatan Klungkung, Kecamatan Banjarangkan, Kecamatan Dawan dan Kecamatan Nusa Penida. Setiap kecamatannya memiliki tempat wisata yang berbeda-beda. Kecamatan Klungkung memiliki situs sejarah yang terkenal yaitu Kerta Gosa dan Taman Gili Kerta.

Objek wisata taman Kertha Gosa dulunya adalah bagian dari komplek bangunan kerajaan Klungkung. Komplek kerajaan Klungkung dibangun pada tahun 1686 oleh pemegang kekuasaan pertama yaitu Ida I Dewa Agung Jambe. Namun pada tahun 1908, hampir semua bangunan kerajaan Klungkung hancur karena invasi kolonial Belanda. Ada tiga bangunan dari komplek kerajaan Klungkung yang masih tersisa dan tidak sampai hancur saat invasi kolonial Belanda. Ketiga bangunan tersebut antara lain : Bangunan Medal Agung (pintu gerbang utama kerajaan Klungkung), Bale Kambang (bangunan yang dikelilingi kolam yang disebut Taman Gili) dan Bangunan / Bale Kertha Gosa.Pada jaman dahulu fungsi dari Bale Kertha Gosa adalah tempat diskusi mengenai situasi keamanan, keadilan dan kemakmuran wilayah kerajaan Bali, serta pada jaman dulu juga difungsikan sebagai tempat pengadilan di Bali.

 

Kecamatan Banjarangkan juga memiliki situs sejarah yang tak kalah menarik dari Kertha Gosa yaitu goa Jepang. Tak lama Jepang menjajah Indonesia. Hanya 3,5 tahun. Sebagaimana diketahui paca penjajahan Belanda, Jepang mengambil alih Indonesia. Meski menjajah dalam tempo sebentar, namun banyak jejak yang ditinggalkan Jepang. Salah satu yang menjadi jejak-jejak peninggalannya itu adalah Goa Jepang. Goa ini dibuat pada tahun-tahun pertama kali Jepang masuk ke Indonesia, tahun 1941-1942. Tujuan dibangunnya goa ini yakni sebagai lokasi perlindungan para tentara Jepang dalam upayanya mempertahankan diri dari serangan tentara sekutu di masa Perang Dunia Kedua. Goa ini setidaknya memiliki 16 lubang dengan kedalamannya yang mencapai 14 meter dua diantaranya tidak berhubungan satu sama lainnya, satu buah terletak di ujung selatan dan satu lagi diujung sebelah utara, sedangkan yang lainnya dihubungkan oleh sebuah lorong  memanjang arah Utara Selatan. Saat ini, Pemkab Klungung sedang focus melakukan penataan terhadap goa Jepang untuk menjadikannya objek pariwisata bersejarah dan juga memperhatikan sektor pemasarannya agar Goa Jepang tidak hanya bisa dinikmati oleh wisatawan lokal saja, tetapi oleh wisatawan mancanegara juga.

 

Selanjutnya adalah wisata spiritual yang ada di Kecamatan Dawan, yaitu Pura Goa Lawah. Pura Goa Lawah berlokasi di desa pasinggahan kecamatan Dawan. Yang unik dari pura ini adalah adanya sebuah goa pada bagian utama dari pura. Bukan hanya sebuah goa yang kosong, namun goa ini berpenghuni. Penghuninya adalah sekumpulan kelelawar yang bergantungan di dalam goa ini. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa Kelelawar di pura ini adalah sangat keramat. Bahkan jika ada orang yang berani menggangu ataupun sampai membunuh keleawar di goa ini maka akan terjadi sebuah bencana. Ketika anda berada di sekitaran mulut goa ini, anda akan mendengar suara ribuan kelelawar yang saling bersautan bagaikan bernyanyi-nyanyi di dalam goa ini. Konon di dalam goa tersebut selain dihuni oleh ribuan kelelawar, juga dihuni oleh sepasang ular besar yang menjaga goa tersebut. Sepasang ular ini katanya adalah ular Jantan dan ular betina.

 

Yang terakhir adalah Kecamatan Nusa Penida, Kecamatan yang berbentuk kepulauan ini menjadi salah satu destinasi terbaik di Bali. Daerah ini mulai diminati investor asing maupun dalam negeri. Potensi pariwisata di Nusa Penida antara lain wisata spiritual, panorama laut dan budidaya rumput laut. Selain itu ada juga hutang mangrove yang tidak kalah menarik. Pemandangan yang disuguhkan di hutan mangrove di Nusa Lembongan sedikit berbeda dengan mangrove yang berada di wilayah Suwung, Denpasar, kalau yang ada di Denpasar, akses ke tengah hutan disediakan jembatan kayu anda bisa berjalan kaki dengan leluasa sampai pada bangunan tower tengah hutan. Tetapi di hutan bakau di Nusa Lembongan, anda bisa masuk ke tengah-tengah hutan menggunakan perahu, nuansanya tentu berbeda dan menjadi sebuah petualangan wisata menarik. Menyuguhkan rekreasi yang kreatif, menggunakan perahu tradisional tanpa mesin, menyusuri kanal-kanal di tengah hutan mangrove, jalur perjalanan sejuk walaupun pada tengah hari, karena menyusuri perjalanan di tengah hutan di bawah rindangnya pohon bakau. Perahu yang panjangnya sekitar 6 meter tersebut bisa menampung sampai 6 orang penumpang, hanya digerakkan dengan sebilah bambu oleh pengemudi perahu. Hutan Mangrove memang sangat potensial sekali mengurangi emisi gas buang karbondioksiad. Sehingga begitu pentingnya keberadaan hutan bakau di Nusa Lembongan ini, selain sebagai penahan abrasi, tempat wisata dan juga bisa mengurangi polusi udara dan membuat atmosfer sekitarnya menjadi segar dan fresh.

 

Walaupun Kabupaten Klungkung memiliki obyek wisata yang cukup banyak dan beragam, namun belum sepopuler Kabupaten Karangasem, Badung, dan Gianyar. Hal ini terjadi akibat masih kurangnya promosi terhadap para wisatawan. Ada dua promosi pariwisata di Klungkung, yakni promosi positif dan negatif, yang positif adalah tentu perbaikan infrastuktur serta kecantikan alam yang kita miliki. Citra negatifnya adalah ketika terjadi musibah bencana kemudian diposting ke media social, kemudian terjadi kasus-kasus kejahatan seperti kejadian dugaan perkosaan terhadap wisatawan, pencongkelan sadel sepeda motor wisatawan dan hal negatif lainnya yang gencar diposting dan dikomentari di media sosial serta dimuat di media. Padahal Kabupaten Klungkung, sebagaimana kabupaten-kabupaten lain di Propinsi Bali, menumpukan pendapatan utama daerahnya dari sektor pariwisata. Sektor perdagangan, hotel dan restoran diharapkan memberikan kontribusi paling besar dibandingkan dengan sektor lainnya seperti angkutan dan komunikasi, bank dan jasa-jasa. Sektor pariwisata juga memiliki lapangan kerja yang besar, sehingga diharapkan dapat megurangi angka pengangguran di Klungkung. Namun dilihat dari tahun ke tahun, sudah ada peningkatan terhadap perkembangan pariwisata di Klungkung. Dibuktikan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung yang meningkat drastis. Sseperti yang disebutkan oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dimana, tahun 2012 PAD Klungkung Rp 48, 561 Miliar lebih dan terus meningkat secara drastis hingga lebih dari seratus persen di tahun ketiga memimpin, yakni pada tahun anggaran 2016 PAD Naik Menjadi Rp 134, 492 Miliar  lebih. Peningkatan drastis terhadap PAD ini disebabkan oleh meningkatnya pajak hotel dan restoran dalam sektor pariwisata yang melonjak hingga enam ratus persen dari tahun 2012 silam.

Berbagai kegiatan juga terus dilakukan untuk mempromosikan pariwisata Klungkung di antaranya Festival Nusa Penida, Festival Semarapura, Pengembangan City Tour, pengembangan Desa Wisata Kamasan serta branding Blue Paradise untuk Nusa Penida. Pemkab Klungkung juga telah menggelontorkan berbagai program yang semuanya tak lain bertujuan untuk mensejahterakan rakyat diantaranya bedah desa, KRIS ( Kring Sehat ), Klungkung Mengajar, Taskin (memberantas miskin ), klungkung menari serta pelaksananan lomba desa terpadu. Mulai tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Klungkung juga melaksanakan program aksi yang dinamakan GEMA SANTI ( Gerakan Mayarakat Santun dan Inovatif ) dalam upaya mewujudkan Klungkung yang unggul dan Sejahtera yang nantinya akan menciptakan BALI yang MANDARA. Selain dari pemerintah, kita sebagai masyarakat juga harus berperan aktif dalam mempromosikan pariwisata di tanah kelahiran kita. Karena jika pariwisata Klungkung berkembang dengan baik, maka kesejahteraan rakyat juga terjamin.

 

 

 

Sumber Referensi :

 

No Name. 2017. “Visi Misi Paket Suwasta : Membangun Klungkung yang Unggul dan Sejahtera”. Tersedia pada http://metrobali.com/2013/08/06/visi-misi-paket-suwasta-membangun-klungkung-yang-unggul-dan-sejahtera/. Diakses pada tanggal 8 April 2017.

No Name. 2016.Bupati Klungkung Buka Pelatihan Desa Wisata Kamasan”. Tersedia pada http://disbudpar.klungkungkab.go.id/index.php/baca-berita/390/Bupati-Klungkung-Buka-Pelatihan-Desa-Wisata-Kamasan. Diakses pada tanggal 8 April 2017.

No Name. 2017. “Kerta Gosa Klungkung – Sejarah, Daya Tarik & Harga Tiket Masuk”. Tersedia pada https://www.rentalmobilbali.net/kerta-gosa/. Diakses pada tanggal 9 April 2017.

No Name. 2017. “Menelusuri Sejarah Goa Jepang”. Tersedia pada http://bali.panduanwisata.id/spot-wisata/menelusuri-sejarah-goa-jepang/. Diakses pada tanggal 9 April 2017.

  1. http://wisatabaliutara.com/2014/12/pura-goa-lawah-klungkung-bali.html/. Diakses pada 9 April 2017.

No Name. 2016. “Gubernur Bali Made Mangku Pastika Minta Klungkung Membangun Dari Nusa Penida”. Tersedia pada http://klungkungkab.go.id/index.php/baca-berita/6843/Gubernur-Bali-Bapak-Made-Mangku-Pastika-Minta-Klungkung-Membangun-Dari-Nusa-Penida. Diakses pada 10 April 2017.

No Name. 2017. “ Bupati Suwirta Pimpin Rapat Penataan Pembangunan Pariwisata Nusa Penida”. Tersedia pada http://metrobali.com/2017/02/19/bupati-suwirta-pimpin-rapat-penataan-pembangunan-pariwisata-nusa-penida/. Diakses pada tanggal 10 April 2017.

No Name. 2016. “Potensi Nusa Penida Dikembangkan”. Tersedia pada http://travel.kompas.com/read/2016/04/06/071600027/Potensi.Nusa.Penida.Dikembangkan. Diakses pada tanggal 10 April 2017.

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook