KulKulBali.co

Upacara Melasti Ditemani Bule Berjemur

dalam Kabar > Badung

👤578 read komentar 🕔14 Apr 2019
Upacara Melasti Ditemani Bule Berjemur - kulkulbali.co

Upacara Melasti Ditemani Bule Berjemur

 

Memiliki kekayaan alam dan keanegaraman tradisi budaya yang sudah terkenal hingga ke pelosok bumi adalah definisi Bali di mata dunia. Tak dapat dipungkiri, Bali memiliki kover exotic curluralism sehingga tak sedikit kita menjumpai tamu asing yang berkunjung ke Bali. Banyak dampak yang ditimbulkan dari kedatangan tamu asing, mulai dari dampak negatif hingga positif dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi.

Salah satu attractions pariwisata yang disuguhkan Bali adalah tradisi upacara melasti atau yang kerap disebut melis/mekiis. Identik dengan upacara agama hindu di Bali, melasti menggambarkan sebuah ikatan kekeluargaan dan rasa gotong royong yang tinggi dalam masyarakat. Jejeran tedung dan umbul-umbul yang berwarna-warni menghiasi sepanjang jalan menuju pantai yang biasanya dilaksanakan oleh masing-masing desa di Bali.

Dikutip dari wikipedia.org, upacara melasti adalah upacara penyucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat hindu di Bali. Upacara melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam semesta (bhuana agung dan bhuana alit) menggunakan air kehidupan. Upacara melasti biasanya dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan membuang ke laut segala perbuatan buruk di masa lalu. Dalam kepercayaan hindu, sumber air seperti danau dan laut merupakan air kehidupan (tirta amerta). Upacara melasti dilaksanakan setiap satu tahun sekali yaitu 4 atau 3 hari sebelum Nyepi berlangsung. Upacara ini melibatkan berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Selain persembahyangan, pelaksanaan upacara melasti adalah penyucian dan pembersihan pada benda-benda sakral milik pura, seperti pralingga dan pratima Ida Bhatara serta segala perlengkapannya.

undefined

Sumber Gambar

 undefined

Sumber Gambar

Di samping keunikan upacara melasti, ada beberapa benefit yang dapat kita rasakan yaitu kunjungan wisatawan asing yang semakin bertambah. Hal ini dikarenakan ketertarikan mereka dalam menyaksikan upacara melasti dan segala rangkaian Nyepi yang dilaksanakan di Bali. Pantai adalah objek yang paling umum untuk dikunjungi. Keindahan pantai di Bali khususnya Badung Selatan, permainan ombaknya, senyuman manis sunset , dan dipermadanikan pasir yang hangat adalah ciri khas kenikmatan yang dapat kita rasakan. Upacara melasti adalah perpaduan antara eksotisnya alam dan keindahan tradisi. Maka tidak jarang para swasta menawarkan paket liburan Nyepi kepada wisatawan. Hal ini sudah jelas dapat menambah devisa dan pendapatan negara di bidang pariwisata. Selain itu, benefit yang lain adalah ”publikasi secara global”. Ketika mereka menikmati suasana melasti di pinggir pantai, maka mereka akan mengabadikan setiap moment tersebut secara detail dan mengunggahnya di media sosial. Hal ini dapat menjadikan upacara tradisi di Bali semakin mendunia.

undefined

Sumber Gambar

Namun di balik segala peluang keuntungan tersebut, ada beberapa ancaman yang dapat timbul ketika para penikmat wisata tersebut datang dan menyaksikan upacara melasti ke pantai tanpa mengindahkan kesopanan dan menghormati kesucian upacara tersebut. Tak dapat menyalahkan satu pihak saja, di Badung Selatan, banyak hunian seperti hotel, villa, dan restoran yang dekat dengan pantai. Hal inilah yang memicu adanya fenomena seperti foto diatas. Kejadian tersebut bisa saja sebuah ketidaksengajaan atau kesengajaan para wisatawan yang ingin berjemur ke pantai sambil menikmati upacara yang dilaksanakan setahun sekali itu. Hal ini tentu disebabkan oleh kurangnya wawasan dan himbauan bagi para wisatawan sekitar pantai. Kelemahan kita sebagai tuan rumah adalah tidak dapat menyaring dan mengendalikan berbagai kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh para bule ketika berlibur ke pantai saat upacara suci ini berlangsung.

Perspektif liburan antara bule dan masyarakat lokal sangatlah berbeda. Mulai dari style, tempat hiburan, dan cara berpakaian yang western terkadang dapat memberikan efek kurang etis bagi masyarakat lokal. Penggunaan bikini dan pakaian minim para bule ketika menikmati upacara melasti adalah hal yang kurang wajar. Hal ini tentu saja mempengaruhi kesucian, kesakralan, dan aroma keagamaan  dari upacara tersebut. Tidak dalam bentuk fisik namun “rasa spiritual” dari prosesi persembahyangan dan ciri khas Bali yang ajeg akan bercampur dengan pemandangan yang tidak sesuai dengan tata krama kesucian upacara serta dapat mengalihkan fokus masyarakat.

Hal ini tentu saja harus diatasi agar pelaksanaan upacara melasti tetap sakral, lancar, sesuai dengan kepercayaan yang utuh, dan kesuciannya tetap terjaga. Tidak hanya pihak swasta pemilik restoran atau hotel di sekitar pantai, masyarakat dan pemerintah juga berperan penting dalam aksi penghimbauan kepada wisatawan terkait sterilisasi pantai untuk sarana berjemur. Peran masyarakat dan pemerintah yaitu memberikan akses masuk apabila para wisatawan dan bule telah memenuhi kriteria (pakaian sopan dengan memakai kain/kamen, bukan bikini) dan bekerja sama dengan pihak swasta untuk menghimbau para wisatawan asing untuk tidak mengganggu jalannya upacara melasti di pantai tertentu. Pihak swasta dapat menetapkan larangan mandi, berselancar, berjemur, dekat dengan pantai lokasi upacara melasti diadakan, mengendalikan kegiatan beach bar sekitar pantai selama berjalannya upacara.

Bali memang menyuguhkan wisata spiritual, namun tak semua hal di Bali sepenuhnya untuk dipertunjukkan. Bagaimana tradisi budaya spiritual itu dapat dipandang dan dihormati, maka Bali akan senantiasa dengan ramah dan penuh senyuman menampilkan keindahan budayanya.

Daftar Pustaka

Wikipedia. 28 Desember 2017. Melasti. Dikutip 5 April 2019 dari Wikipedia Bahasa Indonesia. https://id.wikipedia.org/wiki/Melasti(Sumber ulasan).

Kurniawan, Adji dan Gayatri. 27 Maret 2017. Di Bali, Turis Bule Sangat Minati Melasti Sebelum Nyepi. Dikutip 5 April 2019 dari Travel Plus Indonesia. https://travelplusindonesia.blogspot.com/2017/03/di-bali-turis-bule-sangat-minati.html?m=1 (Sumber foto dan ulasan).

Leonisecret. 2 April 2016. Kisah Magis di antara Indahnya Upacara Melasti. Dikutip 5 April 2019 dari Leonisecret.com. http://leonisecret.com/kisah-magis-di-antara-indahnya-upacara-melasti/ (Sumber foto).

HL. 27 Maret 2017. Arti dan Makna Upacara Melasti Jelang Hari Raya Nyepi. Dikutip 5 April 2019 dari Indolah.com. https://indolah.com/arti-dan-makna-upacara-melasti-jelang-hari-raya-nyepi/ (Sumber foto).

 

 

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook