KulKulBali.co

Bersaing, Atau Mati Terjajah Oleh Teknologi di Daerah Sendiri?

dalam Kabar > Badung

👤69 read komentar 🕔14 Apr 2019
Bersaing, Atau Mati Terjajah Oleh Teknologi di Daerah Sendiri?    - kulkulbali.co

Memasuki era digital, dimana segalanya dirancang dengan sangat rapi sehingga teknologi di era ini menjadi semakin canggih. Hingga pekerjaan manusia bisa digatikan dengan robot? Atau dengan benda yg tergenggam erat di tangan generasi milenial pada saat ini. Rasanya benar-benar dunia ini akan menjadi dunia robot seperti kisah film kartun yang sering tayang di televisi, yang dirasakan individu saat ini cenderung sepeti sedang di jajah oleh bangsa asing, namun nyatanya? serangan itu hanyalah serangan semu yaitu bad habbit yang sangat amat sering dilakukan. Ya, saya yakin kalian tau apa yang saya maksud, yaitu “smart phone”.

Sama halnya dengan keadaan travel agen yang ada di Kapupaten Badung saat ini. Di Badung saat ini sudah sangat jarang sekali ditemukannya Conventional Travel Agen (CTA). Mengapa demikian? Karena pada saat era milenial ini segala sesuatu sudah di permudah, termasuk membooking hotel atau tiket wisata.

Salah satu kekhawatiran masyarakat Badung akan keadaan saat ini yaitu, akan tergesernya peran conventional travel agent yang berkembang di kabupaten Badung. Sebagian besar masyarakat menganggap Oline Travel Agent (OTA) sebagai pesaing terbesar dalam industri perjalanan wisata. Padahal sebenarnya,  masyaraktlah yang kurang memahami kinerja dari OTA itu sendiri. Jika kita telaah lebih dalam, OTA dan CTA  itu “SAMA”, hanya saja  media yang mereka pergunakan dalam melaksanakan bisnisnya berbeda. OTA mempromosikan jasanya melalui media elektronik dan internet. Sedangakan CTA meakukan usahanya melalui offline atau face to face antara pihak travel dan kliennya. Online travel agentpun masih memerlukan kantor konvensional dalm pelaksanaan proses bisnisnya. Bukan berarti mereka meninggalkan secara penuh dunia konvensional dan beralih ke online, karena hal ini tentu saja mustahil bagi sebuah perusahaan travel. Mengingat cakupan bisnis travel agent yag begitu luas. Itulah yang menyebabkan kesalahpahaman masyarakat mengenai OTA dan CTA. Mereka menganggap bahwa OTA akan mampu menggantikan CTA dalam waktu dekat, sehingga lapangan pekerjaan bagi masyarakat akan berkurang khususnya di Kabupaten Badung. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ketua Umum Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar. Beliau menyatakan bahwa keberadaan OTA yang secara harga lebih bersaing dan efisien mengancam perusahaan biro perjalanan konvensional. Contoh yang masih sangat, keputusan Kementerian Keuangan yang menggandeng Traveloka untuk perjalanan dinas pegawai negeri sipil.

 

Online travel agency ini pada dasarnya terbagi dalam tiga jenis, yaitu booking online, travel review, dan online aggregator. Booking online menyediakan layanan untuk memesan akomodasi perjalanan, sementara travel review merupakan penyedia ulasan kualitas/pengalaman menggunakan akomodasi dari para traveller. Online Aggregator menggabungkan konsep keduanya dan berperan menjadi agen travel yang serba lengkap. Online aggregator memudahkan Anda untuk mencari informasi berbagai pilihan akomodasi (hotel dan pesawat), membandingkan antarharga, dan secara langsung melakukan pemesanan tiket/kamar. Salah satu OTA online aggregator terbesar di Indonesia adalah http://www.traveloka.com/. Perusahaan yang dibangun sejak 2012 ini berkembang sebagai salah satu tujuan utama wisatawan melakukan pencarian dan pemesanan tiket pesawat murah dan hotel di Indonesia.

Online travel agency dengan kekuatan finansial mereka, bukan saja berani rugi terlebih dahulu dengan membiayai promosi besar-besaran, namun juga membanting harga dibawah prinsipalnya hingga tak mungkin ditandingi lagi, hal tersebut merupakan sebuah ancaman bagi eksistensi traditional travel agency yang tidak dapat memberikan potongan harga karena biaya operasional perusahaan yang besar. Maka dari itu, diperlukan sebuah strategi bersaing untuk dapat mempertahankan traditional travel agency dalam menghadapi ancaman online travel agency.

 

Bersaing atau Mati?

Meski kehadiran OTA menggerogoti pendapatan biro perjalanan wisata konvensional, bukan berarti pangsa pasar paket wisata meredup. Seperti apa yang dialami PT Panorama Sentrawisata Tbk yang berhasil mempertahankan pertumbuhan rata-rata gross margin (sales) sebesar 14% dalam 5 tahun belakangan, di tengah massive-nya kehadiran OTA. Tahun 2017 saja, perusahaan membukukan kenaikan penjualan sebesar 9,4% dari Rp4,7 triliun pada 2016 menjadi Rp5,2 triliun pada 2017 (Rizqy, 2017).

 

 

Now let’s start again with disadvantage and advintage for online travel agent

 

Kelebihan

Berikut penulis paparkan mengenai beberapa kelebihan yang ditawarkan ketika kita menggunakan online travel agent sebagai pilihan dalam melakukan perjalanan wisata.

  1. Travel Agent mampu mengurangi resiko kesalahan reservasi

Seorang petugas reservasi ticketing memahami betul resiko yang mereka hadapi ketika melakukan booking. Jika seandainya terjadi kesalahan reservasi dari pihak pelanggan, maka Travel Agentdapat membantu untuk mengcancel tiket yang sudah terissued tersebut.

  1. Travel Agentdapat membantu kamu mendapatkan tiket dengan harga termurah Travel Agentbisa memberikan harga tiket pesawat yang lebih murah dari maskapai, karena Travel Agentingin memanjakan pelanggan atau mengadakan promo.
  2. Mencarikan harga terbaik dari berbagai maskapai penerbangan untuk kamu.

Hal tersebut karena Travel Agent dapat memantau promo-promo terbaru yang dikeluarkan maskapai.

  1. Travel Agent dengan profesionalitasnya dapat membantu kamu yang ingin reroute, reschedule dan refund.
  2. Kemudahan ketika kalian akan berpergian dengan rombongan.

Reservasi rombongan di atas 10 orang tidak bisa dilakukan melalui situs airlines atau callcenter maskapai/airlines, karena hal ini memerlukan reservasi khusus dengan jalur yang dimungkinkan oleh agen penjualan maskapai (travel agent), atau corporate yang sudah bekerjasama dengan maskapai terkait.

  1. Tidak harus memiliki kartu kredit

Pembelian tiket melalui Travel Agentmemudahkan apabila kamu tidak memiliki kartu kredit. Pembelian melalui agent tidak dikenai biaya administrasi (booking fee) dari maskapai tertentu serta biaya administrasi kartu kredit, jadi kamu dapat membayar lebih murah daripada di web publik maskapai.

  1. Keamanan transaksi lebih terjamin

Melakukan pembayaran di Travel Agenttentunya lebih aman daripada melakukan pembayaran melalui bank transfer ataupun internet. Ada kekhawatiran mengenai jaminan keamanan atas kode-kode kartu kredit, Atm, dan lain-lain.

 

Kekurangan

Selain beberapa kelebihan yang ditawarkan diatas, terdapat pula beberapa kekurangan dari penggunaan online travel agent, diantaranya adalah :

  1. Resiko kehilangan tiket

Seringkali tiket pesawatmu hilang atau tertinggal menyebabkan penundaan atau pembatalan penerbangan. Apabila kamu memesan tiket melalui online, E-Tiketing dapat kamu cetak kapan saja tanpa biaya tambahan dan tanpa takut ketinggalan penerbangan.

  1. Tidak efisisensi dana dan waktu

Untuk memesan tiket melalui Travel Agent kamu harus datang ke kantor, meluangkan waktu, tenaga dan juga uang untuk membeli bensin. Berbeda dengan pemesanan tiket online yang dapat dilakukan dengan santai di rumah.

  1. Kurang praktis

Kantor Travel Agent memiliki jam kerja yang tidak 24 jam dapat melayani kamu. Sedangkan memesan tiket secara online dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 24 jam asalkan kamu terhubung dengan internet. Kamu hanya perlu memberikan data dan melakukan pembayaran tanpa takut kehabisan kuota pesawat.

  1. Kurang efisien

Selain memesan tiket lewat online kamu juga bisa melakukan check-in dan memilih nomor kursi secara online pula tidak seperti memesan tiket lewat travel agent.

            Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga dapat membantu dalam menyikapi pemilihan penggunaan jasa travel. Semoga dapat menjadi reverensi kalian dalam menempuh perjalanan wisata yang kalian inginkan.

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook