KulKulBali.co

Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Kalian Harus Tahu!

dalam Tips & Trik > Tips Kesehatan

👤60 read komentar 🕔20 Jul 2019
Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Kalian Harus Tahu! - kulkulbali.co

Menurut Kementrian Kesehatan RI tahun 2019, kanker payudara menempati peringkat kedelapan se-Asia Tenggara pada tahun 2019. Nah ternyata penderita kanker payudara pada wanita pernah menjadi peringkat pertama dari penyakit kanker lainnya pada tahun 2012 dengan estimasi sebesar 43,3%.

Masalah kanker terutama kanker payudara di Indonesia masih menjadi masalah karena masih ditemukan 42,1% wanita dengan kanker payudara serta rata-rata kematian sebesar 17 per 100.000 wanita di Indonesia dengan kanker payudara.

Tapi tenang dulu, guys! Kanker payudara ternyata dapat di deteksi dini loh dengan cara SADARI. Yuk intip langkah demi langkahnya!

Wajib tahu! Kanker payudara ada 2 jenis loh!

Kanker payudara invasif merupakan sel – sel kanker yang dapat menjalar ke organ lainnya melalui kelenjar getah bening dan aliran darah.

Kanker payudara non invasif merupakan sel kanker yang masih jinak dan jarang terdapat benjolan.

Penyebab utama kanker payudara belum diketahui pasti, guys, namun ada beberapa faktor resiko atau pemicu terjadi kanker payudara.

Faktor genetik atau keturunan, menstruasi di usia dini, menopouse yang lambat, dan mengkonsumsi obat penguat kehamilan adalah beberapa faktor pemicu yang dapat menimbulkan kanker pada payudara loh. Namun di samping itu pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum – minumal beralkohol, mengkonsumsi makanan dengan lemak yang tinggi, dan mengkonsumsi obat – obatan terlarang juga sebagai pencetus terjadinya kanker payudara.

Nah guys, apa sih tanda gejala dari seseorang yang mengalami kanker payudara?

  1. Terdapat benjolan pada payudara
  2. Perubahan simetris pada payudara 
  3. Perubahan warna kulit bawah dada atau pada puting susu 
  4. Kulit atau puting susu tertarik ke dalam, kulit pucat sekitar puting susu, adanya kerutan seperti jeruk purut, perubahan temperatur kulit (hangat, panas, kemerahan) 
  5. Adanya cairan yang keluar dari puting susu 
  6. Adanya perubahan pada puting susu seperti gatal, terbakar, dan sakit pada tumor yang telah berkembang.

Guys, supaya kita tahu apakah kita mengalami atau tidak tanda gejala seperti diatas, maka kalian perlu rutin untuk melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) ini loh!

So, SADARI atau periksa payudara sendiri dapat kalian lakukan tiap bulan setelah selesai menstruasi.

Caranya gimana sih?

Berdirilah di depan cermin dalam keadaan pakaian yang terbuka dari pinggang ke atas dan pastikan pencahayaan ruangan baik.

  1. Perhatikan payudaramu, sebab kebanyakan wanita nggak memiliki ukuran payudara yang sama, biasanya payudara kanan lebih besar atau lebih kecil.
  2. Setelah itu taruh lengan di samping tubuh, perhatikan deh bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, serta bentuk puting payudara.
  3. Kemudian letakkan tanganmu pada pinggang dan tekan kuat-kuat, sambil perhatikan payudaramu dari kiri ke kanan juga sebaliknya.
  4. Selanjutnya, membungkuklah di depan cermin, hingga payudaramu terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk mengetahui apakah ada perubahan tertentu pada payudaramu.
  5. Tautkan tanganmu di belakang kepala untuk kemudian tekan ke dalam. Periksalah kedua payudaramu, termasuk di bagian bawah.
  6. Periksa apakah ada cairan yang keluar dari putingmu. Tekan secara perlahan area puting payudaramu dengan menggunakan jari telunjuk dan jempolmu. Perhatikan, apakah ada cairan yang keluar dari puting?
  7. Ulangi deh pada payudara yang lain.

Apabila kalian menemukan tanda gejala seperti diatas langsung cek ke pelayanan kesehatan terdekat ya guys!

So, buat kamu, ladys, baiknya membiasakan diri untuk ‘sadari’ setelah menstruasi. Deteksi dini dapat menurunkan angka terjadinya kanker payudara loh guys dan kalian juga bisa lebih awal tahu dengan kondisi kalian sendiri. Masih sayang dan cinta sama diri sendiri ‘kan?

 

 

Sumber: 

  • Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Prevalensi Kanker Payudara. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
  • Kementrian Kesehatan Republik Indonsesia. (2018). Angka Kejadian Kanker Payudara. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
  • Martha, N. P. O. (2009). Hubungan Antara Pengetahuan Kanker Payudara dan Perilaku SADARI Pada Wanita Dewasa Dini. [Skripsi Psikologi]. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

 

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook