KulKulBali.co

Apa itu Ngekoh? (Mengenal Rasa Ngekoh dalam Diri)

dalam Humanoria

👤821 read komentar 🕔20 Jul 2019

”Jika anda malas dan hanya membuang-buang waktu,Anda tak akan tahu bagaimana cara merengkuh peluang bahkan ketika peluang itu tepat berada dihadapan anda”-Li Ka-Shing

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di antara makhluk lainnya karena manusia diciptakan sudah memiliki Tri Pramana yaitu sabda, bayu dan idep. Manusia dapat berpikir karena memiliki pikiran sehingga dapat membentuk budaya yaitu hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Tidak ada perjalanan yang mudah untuk memperoleh hasil yang luar biasa, baik di zaman dulu maupun saat ini. Tantangan yang dialami para kaum muda saat ini pun beragam. Satu yang pasti,tantangan terberat yang mereka rasakan justru berasal dari diri sendiri,yakni salah satunya rasa malas/Ngekoh.

undefined

https://project-tideas.com/people-being-lazy-clipart.html

 Apa itu Ngekoh ?

Malas/ngekoh,satu kata sifat sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan. “Aduh, tiang ngekohati masuk” (aku malas pergi bersekolah) atau “Mager/malas gerak” kalimat tersebut sering diucapkan oleh para remaja saat ini. Rasa ngekoh sudah menjadi sikap ciri khas semua orang. Mulai dari anak kecil, remaja, bahkan orang tua. Kemalasan/ngekoh merupakan kondisi diri yang tidak bergairah dalam menjalankan sesuatu. Dalam masyarakat bali kata Ngekoh diartikan sebagai sesuatu yang dapat menurunkan keyakinan dan semangat bagi orang yang mengalaminya

Rasa malas/ngekoh itu mempunyai dampak negatif dan juga positif, tergantung bagaimana kita memaknai kata tersebut. Sifat malas yang  perlu dihindari seperti rasa malas yang biasa dialami oleh para remaja di dunia pendidikan yakni ngekoh untuk membuat tugas sekolah, ngekoh untuk masuk sekolah, ngekoh untuk ikut berorganisasi, ngekoh untuk berpendapat  dan lain sebagainya. Serta saat ini masih banyak juga remaja yang ngekoh untuk datang ke pura baik itu untuk sembahyang, melakukan ngayah, malas/ngekoh untuk membantu orang tua dan lain sebagainya. Tetapi rasa malas/ngekoh juga memiliki hal baik dalam dunia medis/kesehatan. Rasa ngekoh juga diperlukan karena rasa malas pada seseorang jika digunakan pada waktunya akan memberikan dampak baik untuk menjaga kesehatan tubuh seseorang, seperti contohnya beristirahat saat kelelahan, dan lain-lain.

undefined

https://project-tideas.com/people-being-lazy-clipart.html

 

Tapi bagaimana lagi,kemalasan yakni sikap yang sangat sulit dihilangkan. Banyak orang yang ingin menghilangkan sifat malasnya akan tetapi selalu gagal. Bahkan kemalasan kebanyakan dipegang anak muda zaman sekarang. Menurut ajaran Hindu sifat ngekoh dipengaruhi oleh sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri manusia (Sad Ripu). Untuk mewujudkan manusia yang ideal sifat ngekoh sangat perlu dikendalikan.  Karena, untuk menjadi manusia yang ideal maka seseorang harus menghilangkan sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri manusia atau disebut Sad Ripu. Untuk melepaskan sifat tersebut tentunya membutuhkan usaha dan perjuangan yang keras dan konsisten,yang tentu saja menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Upaya itulah yang sering dengan istilah yadnya atau pengorbanan. Ngekoh memiliki pengertian yang hampir sama dengan sifat yang ada di dalam sifat Tri Guna yaitu sifat Tamas(malas).

Jadi bagaimana cara mengatasinya ?

Berikut ini beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi sifat malas yang berlebihan:

  1. Jangan menunda

Jangan pernah menunda suatu hal. Cobalah untuk melakukannya sekarang juga. Menunda sebenarnya justru akan membuat beban anda menjadi lebih berat. Usahakan untuk segera melakukan tugas ataupun hal kecil yang sekalipun. Jika anda sudah terbiasa mengerjakan suatu hal secara langsung atau dalam kata lain tidak menundanya niscaya anda dapat terhindar dari rasa malas.

  1. Buat Target

Buatlah target sesuai kemampuan Anda. Dengan adanya target Anda pasti akan berusaha mencapai hal tersebut. Tanamkan pada diri Anda bahwa anda pasti dapat menyelesaikan target yang Anda. Dengan demikian  anda akan merasa lebih bersemangat dan giat dalam melakukan suatu hal.

  1. Memotivasi diri sendiri

Usahakan untuk memotivasi diri anda sendiri,tanamkan pada diri anda bahwa anda bukanlah orang yang malas dan malas itu akan merusak banyak hal yang ada pada diri anda. Dengan melakukan motivasi ini maka tubuh anda akan segera otomatis akan memberikan perlawanan jika anda mulai melakukan hal yang bersifat malas.

  1. Buat jadwal harian

Berbeda dengan membuat daftar di awal daftar kali ini adalah daftar harian. Jadwal harian merupakan jadwal khusus mengenai hal khusu apa yang harus anda lakukan ketika hari tersebut. Anda harus berusaha melakukan jadwal yang sudah anda buat tersebut secara tuntas.

  1. Pola hidup teratur

Pastikan segala sesuatu yang ada di hidup anda sudah anda atur dengan baik. Jangan sampai tempat ataupun sesuatu yang ada di lingkungan anda berantakan. Supaya anda tidak merasa malas ketika melihat keadaan di sekitar anda.

Bagi seorang yang rajin,mungkin mudah untuk melawan rasa malas. Tapi bagi seorang pemalas,sangat sulit untuk mengorbankan sedikit waktut tidurnya. Dibutuhkan tekad dan kemauan yang besar untuk memulai kebiasaan bangun pagi dan berolah raga. Kita harus melawan rasa kantuk,meninggalkan nikmatnya sentuhan lembut kasur dan guling, dan menuju kamar mandi untuk merasakan dinginnya air di pagi hari. Perjuangan melawan rasa malas itu merupakan yadnya atau pengorbanan.

Sebenarnya semua sifat malas/ngekoh dapat ditanggulangi dengan membiasakan diri untuk melakukan hal yang dianggap malas untuk dilakukan dengan mengubah suasana hati.Maka dari itu mari paksa diri kita untuk tidak malas lagi. Karena malas dapat menghambat semuanya yang seharusnya menjadi tujuan kita. 

 

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook