KulKulBali.co

Bahasa Ibu Tak Lagi Di Ajarkan Ibu

dalam Inspirasi & Renungan

👤102 read komentar 🕔22 Jul 2019
Bahasa Ibu Tak Lagi Di Ajarkan Ibu - kulkulbali.co

Apakah bahasa Bali itu kuno?

Atau kalian tidak bisa berbahasa Bali?

Mengapa bahasa Bali semakin hari dilupakan?

Itulah pertanyaan- pertanyaan yang harus saya tanyakan kepada teman- teman. Entah teman, keluarga saya pun menggunakan bahasa indonesia bahkan bahasa asing sehari-harinya.

Bahasa Bali Vs Bahasa Gaul

undefined

Bahasa Bali sebagai bahasa ibu atau bahasa pertama bagi sebagian besar masyarakat Bali. Saya orang Bali asli lahir di Bali. Dari kecil saya diajarkan berbahasa indonesia oleh orang tua saya. Kebiasaan yang membuat saya tidak bisa berbahasa Bali hidup di negara yang majemuk dari Sabang sampai Merauke tentunya banyak terdapat perbedaan-perbedaan, bahasa salah satunya. Daerah satu dengan lainnya tentu dalam mengucapkan bahasanya sendiri sangat berbeda. Jika kita berbicara bahasa Bali yang sangat kental dengan makna.

Bahasa Bali halus, bahasa Bali madya maupun bahasa Bali kasar itu memang sangat melekat di Bali. Tidak hanya dipergunakan dalam bahasa sehari hari namun juga digunakan dalam ajang bergengsi. Bahasa itu sifatnya luwes, ada banyak perspektif di dalamnya. Kita sebagai orang Bali sudah seharusnya mempergunakannya dalam keseharian karena kita harus melestarikan bahasa kita agar tidak tergerus zaman.

Banyak anak milenial sekarang ini menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Seperti "oh my God", "thank you". Ini bukan suatu hal yang mengejutkan. Karena realistis saja jika anak muda sekarang ini menggunakan bahasa Bali khususnya bahasa Bali halus. Mungkin dia akan dibilang katrok ataupun malah ditertawakan. Banyak orang yang berpikir dan juga berkata bahwa bahasa Bali itu kuno? Tidak, itu merupakan alat komukasi yang sangat penting. Bahasa Bali adalah bahasa yang indah dan sarat akan makna. Jika kamu pikir bahasa Bali kuno, mengapa pemerintah mencanangkan program menggunakan bahasa Bali dalam setiap hari Kamis sekaligus berbusana adat madya?

Bahasa Bali Di Jaman Milenial

Saya lihat sekarang ini di dalam pergaulan remaja khususnya, sering kali menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris seperti yang saya jelaskan tadi . Remaja yang tergerus zaman karena efek pergaulan sekarang mengakibatkan pola pikir remaja melupakan bahasa Bali. Pengaruh medsos (media sosial) yang tak terbendung sangat berpengaruh bagi remaja karena dari itu dia mulai mengetahui bahasa baru selain bahasa Bali kemudian mengucapkannya dalam pergaulan sehari-hari. Contohnya saja sekarang ini remaja banyak sekali yang gemar dengan artis-artis barat lewat lagunya dan juga k-pop.

Lewat kesukaannya, membuat remaja sering menggunakan bahasa luar atau asing dalam percakapan ataupun bertegur sapa dengan temannya. Kesadaran remaja sangat diperlukan dalam mengatasi permasalahan ini. Kita harus tetap melestarikan bahasa Bali. Nah bagaimana caranya ? Yaitu tentunya dengan cara memakai bahasa Bali dalam pergaulan sehari hari. Tetapi kita juga boleh belajar bahasa lain atau bahasa luar. Namun, alangkah baiknya itu kita pakai sebagai pengetahuan baru agar kita semakin kaya bahasa. Dan menempatkan bahasa Bali sebagai wadah utama dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Bali sebagai jati diri orang Bali harus dipertahankan dan dilestarikan, tidak hanya dikembangkan dan dibina, karena itu kekuatan budaya Bali secara internasional. Kalau itu hilang, Bali bukan Bali lagi.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/nusantara-nasional/12/09/22/maqvok-bahasa-bali-terancam-punah

Editor : Maha Dwija Santya

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook