KulKulBali.co

Melemahnya Arti Dan Tujuan Tirtayatra Bagi Umat Hindu

dalam Inspirasi & Renungan

👤312 read komentar 🕔31 Jul 2019
Melemahnya Arti Dan Tujuan Tirtayatra Bagi Umat Hindu - kulkulbali.co

Tirtayatra adalah suatu niat yang tulus mengunjungi tempat-tempat suci bagi Umat Hindu untuk menjalin ikatan spiritual dengan manifestasi Tuhan Yang Maha Esa dalam wujud Ida Bhatara atau Dewa-Dewi yang disucikan. Bali yang dijuluki Pulau Seribu Pura, adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh Bali hingga dikenal luas ke mancanegara. Dengan mayoritas Umat Hindu pada umumnya. Bali juga memiliki adat kebudayaan tersendiri. Di mana Umat Hindu di Bali memiliki banyak hari raya sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam manifestasinya sebagai Ida Bethara atau Dewa-Dewi yang di simbolkan dalam wujud pelinggih, di pura-pura yang ada di Bali pada umumnya. Odalan adalah sebutan perayaan di setiap pura yang ada di Bali bagi Umat Hndu. Pura-pura yang ada di Bali memiliki peranan fungsi spiritual tersendiri dalam wujud manifestasi Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang disebutkan sebelumnya. Jatuhnya tanggal Odalan di setiap pura yang ada dibali berbeda-beda, menyesuaikan dengan sejarah yang ada di pura tersebut serta penanggalan traditional sesuai adat bali yang berlaku.

Dari banyaknya Pura yang ada, terdapat pura-pura yang terkenal dan memiliki aura spiritual yang besar dimana sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa dalam wujud Ida Bhatara atau Dewa-dewi yang melinggih atau disucikan di Pura tersebut, sangat terasa jalinan ikatan spiritual antara umat dengan Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi wujudnya tersebut. Dengan demikian seiring berjalannya waktu dari generasi ke generasi dan adanya perubahan zaman ke era modern, membuat banyaknya masyarakat melaksanakan tirtayatra dengan kemudahan mobilitas yang sangat membantu diera sekarang ini, guna untuk mempererat ikatan spiritual antara Umat Hindu dengan Ida Bhatara atau Dewa Dewi sebagai wujud manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa.

Hal tersebut menjadi fenomena, tatkala terdapat odalan atau hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan bagi Umat Hindu yang terkenal, menjadikan banyakmya umat melaksanakan Tirtayatra ke Pura-pura yang ada di bali maupun luar Bali pada saat perayaan odalan yang terdapat pada Pura-pura yang sedang merayakan odalan. Fenomena ini, membuat rasa bahwa sebagai Umat Hindu sangat penting rasanya untuk melaksanakan tirtayatra. Hal seperti ini terkadang menjadi penyebab, ketika pelaksanaan tirtayatra tanpa dukungan financial yang cukup, dapat membuat umat mengeluh diakhir akan pelaksanaan tirtayatra yang dilaksanakan, dan berakibat adanya timbul suatu penyesalan dalam diri yang sulit untuk diungkapkan secara nyata.

Mengapa demikian ? Denngan era modern seperti sekarang ini, rasa gengsi banyak dimiliki oleh Umat Hindu yang hendak ingin melaksanakan tirtayatra. Ketika teman atau sanak saudara lain melaksanakan tirtayatra, terkadang tirtayatra menjadi bahan topik untuk saling memperlihatkan jangkauan tirtayatra yang dituju. Hal ini menimbulkan adanya rasa persaingan yang melemahkan pengertian dan tujuan dari adanya tirtayatra tersebut. Dalam setiap ajaran agama yang ada, pastinya mengajarkan umatnya agar melaksanakan ibadah dengan tulus tanpa rasa pamrih dan murni sebagai wujud syukur atas karunia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kemampuan dan ketulusan hati yang dimiliki. Oleh karena itu Umat Hindu harus betul-betul memahami apa makna dan tujuan dari adanya pelaksanaan tirtayatra. Sehingga, dapat terjalin keharmonisan dalam hidup beragama umat antar umat, dan umat antar Tuhan Yang Maha Esa pada khususnya Bagi Umat Hindu Sedharma.

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook