KulKulBali.co

TAKSU PEREMPUAN BALI

dalam Inspirasi & Renungan

👤135 read komentar 🕔01 Aug 2019
TAKSU PEREMPUAN BALI  - kulkulbali.co

Apa yang ada dipikiran kalian jika mendengar kata Taksu ?

Apakah pernah terbesit dipikiran kalian bahwa Taksu Perempuan Bali akan memudar ?

Seseorang seperti apa yang dikatakan memiliki Taksu ?

*  *  * 

Taksu dalam agama Hindu diartikan sebagai pancaran kekuatan atau aura yang memancarkan kewibawaan, kecerdasan mental dan spritual, serta kharismayang dapat mengubah pola pikir, tingkah laku maupun cara bertutur kata oleh pemilik taksu tersebut. Taksu dalam diri biasanya ada karena baawan lahir ataupun mendapatkannya dengan cara  melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak melenceng dari ajaran Dharma sehingga memberikan pancaran aura yang lebih positif dari biasanya.

Di era milenial ini, masyarakat Hindu di Bali mulai melupakan peran Taksu yang sejak dahulu menjadi daya tarik dan ciri khas dari masyarakat Bali terutama pada perempuan bali. Bagaimana tidak, perempuan bali memiliki aura yang tidak dapat di definisikan jika dibandingkan dengan perempuan-perempuan biasa pada umumnya.

Perempuan Bali merupakan sosok perempuan yang luar biasa. Bukan hanya berparas cantik, tetapi juga memiliki taksu dan segudang kemampuan yang sulit untuk di bandingkan dengan perempuan biasanya. Selain menjadi ibu rumah tangga, tidak jarang perempuan Bali juga memiliki tanggung jawab berkarir di dunia luar. Tidak hanya itu, perempuan bali juga mampu berperan menjadi tokoh masyarakat yang menduduki tahta penting dalam sebuah organisasi. Dan yang paling unik di antara itu adalah perempuan bali mampu melaksanakan kewajiban untuk membuat sarana upacara dan ngayah dalam upacara keagamaan dan yang paling sering saat hari raya Galungan dan Kuningan.

Jika kita pikirkan hampir semua aspek dapat di kerjakan oleh perempuan, khususnya perempuan bali. Hal-hal tersebutlah yang mendukung bahwasanya perempuan bali memiliki taksu yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Namun, dewasa ini banyak perempuan bali yang mulai melupakan ciri khas yang seharusnya mereka miliki. Kenikmatan duniawi membuat mereka terkadang lupa apa yang menjadi identitasnya saat dilahirkan ke dunia. Tidak ada yang melarang jika seorang perempuan ingin berkembang, tetapi jangan sampai kita menjadi lupa akan tanggung jawab, tujuan, dan peran kita menjadi Perempuan Bali.

Untuk mewujudkan kembali taksu yang seharusnya dimiliki, maka sebagai perempuan bali harus sadar dan bisa mempertegas tanggung jawab dan kewajiban, sertavisi misi menjadi seorang perempuan bali yang dapat berkontribusi untuk memajukan dan menjaga Bali tetap Ajeg dan Metaksu.

 

sumber gmbar : www.okestories.net

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook