KulKulBali.co

Darah Patriarki

dalam Inspirasi & Renungan

👤112 read komentar 🕔02 Aug 2019
Darah Patriarki - kulkulbali.co

oleh: Ni Putu Dita Larassati

 

“Gender Equality is a human fight, not a female fight”

[Frieda Pinto]

 

Bali merupakan pulau kecil yang memiliki beragam keunikan yang mampu memikat hati. Bali sangat kaya akan tradisi yang kental, kebudayaan yang penuh kharisma, adat istiadat yang beraneka ragam dan keramahtamahan masyarakat yang sudah sangat termasyur. Tata kehidupan dan kepribadian masyarakat Bali masih memegang teguh konsep dari nenek moyang yang terus dilakukan secara turun temurun. Namun, tidak semua tradisi atau pola pikir warisan nenek moyang tersebut sesuai dengan kehidupan masyarakat modern di era globalisasi saat ini.                   

Hidup bagaikan dua sisi koin yang berbeda, namun tetap menjadi satu kesatuan utuh yang membentuk dua sisi koin tersebut. Banyak hal yang mulai mengalami akulturasi  dan ada pula yang masih harus tetap dilestarikan. Salah satu tradisi yang perlu disesuaikan dengan kehidupan modern saat ini adalah pandangan 'anak laki-laki lebih penting dibandingkan anak perempuan' atau hal yang sering disebut dengan Hak Patriaki. Masyarakat Bali masih berpendapat bahwa anak laki-laki lah yang lebih pantas untuk mendapatkan seluruh keistimewaan dibandingkan anak perempuan. Kebanyakan masyarakat menganggap bahwa anak laki-laki  yang lebih layak untuk menjadi seorang pemimpin dan panutan bagi keluarga nantinya. Hal tersebut terkadang menyebabkan banyak orang tua membeda-bedakan kasih sayang antara anak perempuan dengan anak laki-laki. Tak jarang permasalahan lain muncul karena permasalahan hak patriarki tersebut. Beberapa orang tua masih berpikir bahwa pendidikan yang layak hanya pantas didapatkan oleh anak laki-laki sedangkan anak perempuan yang pendidikannya dinomorduakan.

Sesungguhnya hal tersebut adalah bukti dari pandangan yang sangat fatal mengenai hak patriaki. Perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kewajiban yang sama. Terlebih lagi, hal tersebut telah tertuang dalam pasal 28 I ayat 2 UUD 1945 . Wanita dan laki-laki memiliki hak dan derajat yang sama. Wanita memiliki kebebasan yang sama dan memiliki kemerdekaan yang sama dengan laki-laki. Perkembangan jaman yang semakin pesat seharusnya mampu mendegradasikan hak patriarki yang tidak sesuai dengan hak asasi perempuan di dunia ini sebagai seorang manusia.

Tokoh emansipasi wanita, yaitu R.A Kartini telah berjuang untuk mempertahankan harkat dan martabat seorang wanita sebagai seorang manusia. Bukti adanya kesetaraan gender antara kaum laki-laki dengan wanita adalah presiden Republik Indonesia yang ke-5, yaitu Megawati Soekarno Putri. Pada masa pemerintahan Jokowi saat ini, banyak melibatkan kaum perempuan dalam kabinet kerjanya, diantaranya yaitu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Yohana Susana Yembise (Menteri pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan masih banyak lagi. Kebebasan berkarir dan mengejar cita-cita dapat kita lakukan sebagai seorang wanita. Salah satu contohnya adalah Anne Avantie. Ya, beliau adalah tokoh wanita Indonesia yang berprofesi sebagai seorang desainer yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Menjadi tokoh wanita inspiratif seperti Merry Riana juga merupakan hal yang dapat kita lakukan sebagai seorang wanita untuk dapat menginspirasi dan memberikan berbagai macam hal positif kepada seluruh kaum wanita Indonesia, khususnya wanita Bali.

Wanita diciptakan untuk bisa menjadi setara dengan laki-laki, wanita diciptakan untuk bisa hidup berdampingan dengan laki-laki dan wanita diciptakan untuk bisa menjadi tombak pembawa perubahan di masa depan. Kita adalah manusia, kita diciptakan dari tangan yang sama. Kita hidup di bumi yang sama, berpijak di tanah yang sama dan dengan itu kita memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membawa perubahan yang baik di masa depan.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Bali, sebagai generasi mud, terutama sebagai kaum perempuan yang cerdas sudah seharusnya kita bangkit dan meninggalkan pikiran kolot mengenai hak patriarki tersebut serta mulai membuka pikiran bahwa laki -laki dan perempuan itu sama, baik di mata Tuhan, hukum dan di mata masyarakat. Memperbanyak wawasan dengan membaca dan lebih banyak melakukan eksplorasi serta observasi mampu memperkaya diri tentang perubahan-perubahan yang dapat dilakukan untuk masa depan Bali yang lebih baik dan berkualitas.

 

“We are women, we can do the great things and make a changes by empower of women”

 

Referensi:

https://www.kompasiana.com/fauzanfakh/5500b527a33311c56f511eeb/saatnya-wanita-berkarya

https://www.ndtv.com/world-news/british-men-are-bigger-supporters-of-gender-equality-than-women-survey-1264359

https://www.cermati.com/artikel/7-kartini-indonesia-masa-kini-siapa-saja-mereka

 

Editor : Dewa Made Cakrabuana Aristokra

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook