KulKulBali.co

[#JBK2014] Dianggap Keren, Haruskah Hindari Bahasa dan Dialek Bali?

dalam Budaya

👤4363 read komentar 🕔03 May 2014
[#JBK2014] Dianggap Keren, Haruskah Hindari Bahasa dan Dialek Bali? - kulkulbali.co

"Satu lagi buah pikiran dari finalis Jegeg Bagus Klungkung 2014 atas nama Diah Pusparani. Berhubung artikel ini bersifat kompetisi, editorial kulkulbali.co berusaha untuk meminimalisir sentuhan luar di tulisan ini. Selamat Menikmati!!!

Kulkulbali.co"

 

Pulau Bali sebagai wahana wisata alam dan budaya, rimbunan wisatawan datang ke Bali hanya untuk menikmati pesona wisata dan budaya yang dimiliki oleh Pulau Dewata. Keindahan dan keelokan budaya Bali disuguhkan dan dikemas secara menarik oleh para pengelola wisata. Pesona wisata di Pulau Bali terpancar kuat pada aspek seni, budaya, tradisi, adat istiadat dan dialek serta bahasa yang dimiliki oleh Pulau Bali.

Adakah yang tidak mengenal keunikan keberagaman dialek dan bahasa di pulau Bali?

undefined

Setiap daerah di Pulau Bali memiliki khiasan dialek dan bahasa yang beragam sebagai ciri khas setiap daerah di Bali. Begitu tertata dengan tatanan yang menarik telah diwariskan oleh nenek moyang untuk Pulau Bali.  Namun, kekayaan tradisi, budaya dan adat-istiadat serta dialek dan bahasa masing-masing daerah kurang mendapat dukungan dari masyarakat di Bali, khususnya remaja Bali. Penggunaan bahasa Bali sebagai bahasa pergaulan belum mendapat tempat dihati remaja Bali. Terlepas dari itu berbagai jenis bahasa mulai menyerang remaja Bali, bahasa pergaulan yang dianggap “keren” telah menggeser peran bahasa Bali sebagai bahasa Ibu.

undefined

Apakah ini yang kita inginkan? TENTU TIDAK !!!

Begitu minimnya intensitas pembelajaran bahasa Bali di jenjang pendidikan, sehingga pada kenyataannya mencetak remaja yang kurang terampil dengan penggunaan bahasa Bali. Dengan bangga remaja mengimplementasikan bahasa “keren” tersebut sehingga menghanyutkan peran bahasa Bali sebagai jati diri daerah Bali. Remaja Bali adalah masa depan dari SDM Pulau Bali, setiap remaja di Bali menjadi aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita dalam hal pengembangan budaya, adat istiadat, tradisi dan dialek kehidupan daerahnya di masa depan. Dalam mewujudkan cita-cita sebagai daerah wisata nomor satu dunia, bahasa Bali merupakan media yang digunakan untuk memberikan simbolisasi dan ciri khas dari masing-masing daerah di Pulau Bali.

Lalu Bagaimana Peran seluruh Sektor untuk Bertanggung jawab dalam Mempertahankan "keajegan" Bahasa Bali?

Keutuhan suatu daerah yang besar menjadi tanggung jawab peradaban generasi penerusnya. Tanggung jawab peningkatan peran bahasa dan dialek berbahasa Bali berada di pundak remaja Bali. Remaja Bali memikul tanggung jawab atas bangkit dan mengikisnya bahasa Bali, Remaja Bali memiliki tugas untuk mengemban dan memberi sentuhan terhadap perkembangan bahasa dan dialek bahasa Bali sesuai kaidah. Remaja Bali sebagai filter pada setiap kebudayaan yang merasuki budayanya. Budaya sebagai pisau bermata dua yang mengintip kehidupan remaja. Filter yang kuat tentu sangat berperan sebagai batu karang yang kokoh untuk melawan arus kebudayaan yang tidak sesuai kaidah yang menyambar kehidupan remaja di Bali. Keserasian akan tercapai jika dihati setiap insan remaja Bali memiliki rasa saling memiliki dan kebanggan untuk melestarikan dan menggunakan bahasa serta dialek Bali.

Jurang pembatas yang begitu terjal akan sangat dirasakan jika remaja Bali menggeser peran bahasa Bali sebagai tonggak promosi wisata. Pertahanan yang kokoh dan tangguh dibutuhkan untuk mengawasi kreativitas remaja Bali dalam menerjemah dan mengadopsi bahasa asing tanpa memagari daya cipta remaja Bali terhadap bahasa. Keutuhan adat istiadat dan budaya suatu daerah tak dapat diraih jika remajanya hanya berdiam mendura dan tak memiliki tekad untuk menjaga bahasa daerahnya. Tekad yang bulat hendaknya ditanamkan dalam jiwa dan raga setiap remaja di Bali. Kesadaran sebagai penerus budaya Bali hendaknya dimiliki oleh nurani remaja Bali tanpa memungkiri meranahnya budaya asing. Benteng dan pertahanan yang kokoh dapat dipupuk dengan kebersamaan dan kesejatian terhadap bahasa daerah Bali. 

Guna meningkatkan kesadaran remaja Bali dalam menjaga dan mengembangkan bahasa Bali tentu tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan dan peran pemerintah. Sarana dari pemerintah akan sangat membantu remaja di Bali untuk mengoptimalkan peran bahasa Bali. Lembaga pendidikan yang berstatus sebagai lembaga pendidikan internasional hendaknya tidak hanya menggalakkan penggunaan bahasa asing.

undefined

Penggunaan bahasa Bali harus diperjelas dalam kurikulum pendidikan sehingga asumsi masyarakat terhadap nilai bahasa Bali saat Ujian Sekolah tidaklah selalu bahasa Bali menjadi mata pelajaran yang nilainya lebih rendah daripada hasil Ujian Sekolah bahasa asing. Pembelajaran bahasa Bali yang menyenangkan dalam lembaga pendidikan tentu akan sangat membantu remaja di Bali untuk lebih tertarik dan mendalami bahasa Bali. Jika ingin menjaga agar bahasa daerah tetap “ajeg” dan lestari peran dari berbagai aspek harus bekerjasama dan menumbuhkan semangat dalam jiwa masing-masing individu, guna mengokohkan jati diri Pulau Bali.

Editor : Gusti Ngurah Indrakusuma

Komentar

kulkulbali.co

Twitter

Facebook